Angkasa Pura 2

Rizal Ramli Pertanyakan Dirut Pelindo II Pasang Iklan Miliaran Rupiah Di Kompas & Bisnis Indonesia

DermagaSelasa, 15 September 2015
tmp_18246-rizal-ramli-jebol_20150910_160338-680323122

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali ‘mengepret’ Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) R. J. Lino. Kali ini Rizal menyindir pemasangan iklan perseroan di berbagai media cetak nasional.

“Saudara Lino mau melawan saya, debat dia enggak bisa, dia pasang iklan di Kompas tuh katanya empat halaman Rp 3 miliar, di Bisnis (Bisnis Indonesia) berapa miliar, iya kan? Di salah satu koran masuk beritanya editorial,” tutur Rizal saat menghadiri sebuah acara di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Rizal, iklan tentang pembangunan Pelabuhan Kalibaru (New Priok) itu merupakan wujud pemborosan perseroan dalam menggunakan anggaran. “Ini pemborosan luar biasa, menunjukkan sikap semena-semena, memang duit nenek moyangnya apa? Ini kan duit BUMN,” kata Rizal seperti dikutip cnnindonesia.

Rizal juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan tindakan Pelindo II yang dengan mudah menggelontorkan miliaran rupiah demi pemasangan iklan, yang menurut Rizal mangkrak karena tidak jelas. “Harusnya DPR canggih mempertanyakan Pelindo (II) kok buang uang segitu gampang? Darimana uangnya?” katanya.

Apalagi iklan itu tidak berisi dan tidak menjawab permasalahan di pelabuhan Tanah Air. “Di koran itu bercerita tentang rencana pembangunan port Kalibaru yang sekarang juga mangkrak karena enggak jelas. Sementara masalah pelabuhan yang lama belum dibereskan,” katanya menyindir.

Rizal menilai Lino bertindak sewenang-wenang dalam menggunakan kekuasaanya. Bahkan, Rizal menuding Lino membayar sejumlah opinion maker untuk memuluskan aksi perseroannya. “Jadi sudah jumawa banget, punya uang, punya kuasa, Kabareskrim saja bisa diganti,” katanya.

Hendak dikonfirmasi mengenai pernyataan Rizal ini, R. J. Lino tak bisa dihubung melalui telepon selulernya. Pesan singkat yang dikirimkan tak dibalas. Begitu juga pejabat di PT Pelindo II, belum menanggapi permintaan konfirmasi dari CNN Indonesia. (ani).

loading...