Angkasa Pura 2

Motor Akan Dilarang Di Jalan Pinggir LRT & MRT

KoridorRabu, 16 September 2015
bertiga naik motor'

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andriansyah mengatakan pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan dan Mass Rapid Transit (MRT) akan menjadi percuma jika tak ada pembatasan kendaraan pribadi. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan kebijakan baru untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

“Kalau LRT dan MRT sudah jadi tidak didukung pembatasan lalu lintas percuma. Siap-siap akan ada pembatasan penggunaan kendaraan bermotor,” kata Andriansyah dalam dialog publik yang bertajuk ‘Apakah Kereta Api Ringan (LRT) Solusi Efektif untuk Mengatasi Kemacetan di Ibu Kota” di Gedung Prasada Sasana Karya, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

“Kalau MRT dan LRT jadi, di jalur tersebut tidak boleh lagi ada kendaraan roda dua. Kalau enggak seperti itu, ya sulit. Walaupun kasih murah harga, pada umumnya masyarakat kita gampangan orangnya. Padahal sudah terkoneksi,” imbuh dia seperti dikutip metrotvnews.com.

Andrianysah mengacu pada pembangunan LRT dan MRT di beberapa negara yang berujung pada kegagalan mengatasi persoalan lalu lintas. Alih-alih mengurai, kemacetan tetap sama parahnya.

Untuk itu, kata dia, mesti ada terobosan yang mengiringi pembangunan LRT dan MRT. Pihaknya, kata Andriansyah, akan terus mengkaji kebijakan larangan sepeda motor di jalur yang dilewati kereta angkutan massal itu.

“Pertama sudah pasti jalur yang ada MRT. Itu baru ide saya. Kalau tidak ada pembatasan, saya khawatir program ini tidak jalan. Ada juga MRT yang gagal. Di negara lain, saya tidak sebutin negaranya. Karena tidak didukung pembatasan, aturan itu pasti banyak tidak suka. Untuk sementara MRT saja. Dari sekarang kita siapkan kajian,” ujar dia.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Sugiadi Waluyo mendukung penuh rencana Pemprov DKI. “Saya sangat mendukung. Di kota-kota besar di negara lain, saya lihat tidak ada sepeda motor di jalan raya,” tukas dia.

Adapun jalur MRT yang akan beroperasi pada 2017 nanti dibangun dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI sepanjang 16 kilometer.

Sementara lajur LRT yang akan terdiri dari 7 lajur dalam kota. Yaitu lajur rute Kebayoran Lama – Kelapa Gading sepanjang 21,6 kilometer, Tanah Abang – Pulo Mas sepanjang 17,6 kilometer, Joglo – Tanah Abang sepanjang 11 kilometer, Puri Kembangan – Tanah Abang sepanjang 9,3 kilometer, Pesing – Kelapa Gading sepanjang 20,7 kilometer, Pesing – Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 kilometer dan Cempaka Putih – Ancol sepanjang 10 kilometer. (ani).