Angkasa Pura 2

Sekjen Sugiharjo Optimistis Serapan Anggaran Kemenhub di Atas 80%

Dermaga Emplasemen KoridorRabu, 16 September 2015
Sugiharjo_beritatrans.com

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugiharjo optimistis bahwa serapan anggaran kementeriannya di atas 80% hingga akhir tahun 2015. Adapun kesan rendahnya daya serap anggaran yang saat ini dirasakan bukan karena tidak ada kegiatan pembangunan di sektor transportasi, melainkan karena banyak proyek-proyek pembangunan transportasi yang menggunakan sistem e-catalog yang tidak memerlukan uang muka pada saat kontrak berjalan.

“Kalau dilihat dari data Kementerian Keuangan memang serapan anggaran Kementerian Perhubungan terkesan lambat karena sampai September ini baru sekitar 18%. Tetapi bila dilihat dari sisi pelaksanaan kontrak sebetulnya sudah lebih besar dari angka itu,” kata Sugiharjo di sela-sela pembukaan Pameran Transportasi Indonesia 2015 di Gedung Smesco, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).

Sugiharjo mencontohkan, kontrak pengadaan 1.000 unit bus sudah berjalan. Tetapi karena prosesnya melalui e-catalog maka terkesan dana pengadaan untuk proyek yang mencapai triliunan rupiah itu belum diserap.

“Padahal dananya tinggal direalisasikan pada saat proyek pembuatan bus itu selesai,” ujarnya.

Sebagai sekretariat jenderal, lanjut Sugiharjo, pihaknya terus memberikan dukungan secara administratif kepada semua sub sektor Kementerian Perhubungan seperti sub sektor Perhubungan Laut, Perhubungan Darat, Perhubungan Udara, Perkeretaapian, dan sub-sub sektor lainnya. Dukungan administratif tersebut ditujukan agar dapat lebih mempercepat pelaksanaan kontrak dan penyerapan anggarannya.

Kemenhub juga terus melakukan langkah-langkah untuk percepatan penyerapan anggaran. Salah satunya adalah terkait persoalan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang sering dikeluhkan oleh para pelaksana proyek. Menurut Sugiharjo, sebetulnya tidak semua proyek wajib memiliki Amdal. Ada beberapa proyek yang cukup hanya dengan menggunakan dokumen lingkungan selain Amdal yaitu seperti Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan hidup (UKL-UPL), Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH), Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (DPPL), dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL).

“Nah hal-hal seperti itu kita bicarakan dan duduk bersama untuk mencari jalan keluarnya,” ujar Sugiharjo.

Dengan berbagai upaya dan langkah mempercepat penyerapan anggaran, ia meyakini penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan tahun ini lebih besar ketimbang penyerapan anggaran tahun lalu yang mencapai sekitar 80%.

“Daya serap anggaran tahun lalu sekitar 79% lebih atau dapat dikatakan sekitar 80%. Tahun ini (daya serap anggaran) kami yakin bisa di atas 80%,” tuturnya.

Sebelumnya, saat membahas anggaran di Komisi V DPR RI beberapa hari lalu, banyak anggota DPR yang mempertanyakan serapan belanja anggaran Kemenhub yang dinilai masih rendah yakni sekitar 16% hingga 18% pada triwulan III tahun ini. Padahal total anggaran Kemenhub 2015 senilai Rp64,9 triliun.

Pada kesempatan itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku telah memasang target penyerapan anggaran 84,58% sampai penghujung 2015. Menhub meyakini belanja Kemenhub akan naik drastis hingga akhir tahun. Alasannya, Kemenhub sudah menyelesaikan senilai Rp54 triliun lelang proyek dari total anggaran Kemenhub.

“Yang belum dilelang Rp10 triliun dari Rp60 triliun (anggaran Kemenhub),” ujar Jonan. (aliy)