Angkasa Pura 2

Hari Rabu, 44 Penerbangan Di Pekanbaru Dibatalkan Karena Kabut Asap

Bandara KokpitKamis, 17 September 2015
240954_kabut-asap-di-bandara-sultan-syarif-kasim-_663_382

PEKANBARU (beritatrans.com) – Kabut asap di Pekanbaru, Riau makin parah. Akibatnya, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru menjadi terganggu. Jarak pandang terbatas, sehingga pilot tak berani mendaratkan pesawatnya.

Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan, sepanjang hari Rabu (16/9/2015) sebanyak 44 penerbangan menuju dan dari Pekanbaru hari ini dibatalkan akibat asap dari kebakaran lahan dan hutan di Sumatera.

“Sampai jam 17.00 WIB ini, ada 44 penerbangan dibatalkan baik rute domestik maupun internasional,” terang Airport Duty Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Hasnan Siregar di Pekanbaru, Rabu.

Ia melanjutkan, pembatalan tersebut dilakukan sejak kemarin atau Selasa (15/9) sebanyak 40 penerbangan dan pada hari ini sampai sore hari empat penerbangan.

Sedangkan maskapai pelat merah Garuda Indonesia memiliki tujuh kali penerbangan pergi pulang dalam sehari dari bandara setempat dengan rute Pekanbaru-Jakarta, sampai saat ini belum ada pemberitahuan.

“Sampai saat ini, Garuda rencana satu kali hari ini dari Jakarta. Tapi itu belum tahu kepastian jadi atau tidak,” ucapnya.

Siregar merinci, sedikitnya terdapat enam maskapai baik rute domestik maupun internasional yang melayani penumpang seperti Susi Air dari Dabo Singkep, lalu AirAsia dari Kuala Lumpur, AirAsia dari Bandung, Batik Air dari Jakarta, Lion Air dari Jakarta dan Firefly dari Subang.

“Penyebab utama pada siang sampai sore hari ini karena jarak pandang tidak mungkin untuk proses pendaratan pesawat. Meski pada jam 14.00 WIB sempat sentuh 1.000 meter, tapi cuma sebentar. Kalau sekarang ini jam 17.00 WIB sekitar 700 meter,” ucapnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hari ini merilis berdasarkan sensor modis menggunakan satelit Terra dan Aqua terekam 419 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.

Terbanyak berada di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 335 titik panas, disusul Provinsi Jambi dan Provinsi Lampung masing-masing 70 titik panas.

“Di Riau terdeteksi terdapat 5 titik panas yang tersebar di Siak 1, di Indragiri Hilir 1 dan di Pelalawan 3 titik panas,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Secara umum, lanjut dia, cuaca di wilayah Provinsi Riau berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi pada sore atau malam hari.(hel/ant)