Angkasa Pura 2

Pupuk Indonesia Resmikan Pengoperasian Kapal Pengangkut Amoniak

DermagaKamis, 17 September 2015
LNG_Kapal_Cargo

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Pupuk Indonesia (Persero) meresmikan penggunaan Kapal Amoniak MT Pupuk Indonesia di Dermaga Amoniak Pupuk Kaltim, Bontang, yang akan digunakan untuk distribusi kebutuhan pertanian tersebut ke sejumlah anak perusahaan.

“Kapal ini merupakan kapal pengangkut amoniak terbesar yang dimiliki oleh PT Pupuk Indonesia Logistik yang bertujuan untuk mendukung pendistribusian amoniak dari dan ke Anak Perusahaan Pupuk Indonesia, diantaranya PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjadja, dan PT Pupuk Iskandar Muda,” kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) Ahmadi Hasan di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Peresmian Kapal MT Pupuk Indonesia diresmikan secara simbolis oleh Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), Muhamad Alfan dan Direktur Utama Pilog, Ahmadi Hasan, di Bontang.

Pilog merupakan anak Perusahaan Pupuk Indonesia yang bergerak dalam bidang pelayaran dan jasa angkutan laut khususnya pengangkutan urea, amoniak dan kargo lainnya baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal anak Perusahaan Pupuk Indonesia termasuk kegiatan ekspor di dalamnya.

Kapal MT Pupuk Indonesia adalah tipe “Gas Carrier” dengan bobot sekitar 23.256 DWT yang dapat mengangkut amoniak dengan kapasitas sekitar 13.835 MT.

Sebagai salah satu bahan kimia dasar, amoniak juga berperan penting dalam pembuatan pupuk. Kapal ini juga merupakan kapal pengangkut amoniak kedua yang dimiliki Pupuk Indonesia setelah Kapal Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pilog memiliki total sembilan kapal diantaranya tujuh kapal bulk pengangkut urea dan 2 kapal Motor Tanker (MT) pengangkut amoniak.

Ahmadi Hasan mengatakan tujuan kapal MT Pupuk Indonesia ini diadakan untuk memperkuat sinergi antar anak perusahaan Pupuk Indonesia, khususnya dalam menjamin kelancaran pendistribusian amoniak.

Ia berharap kapal MT Pupuk Indonesia mampu mendistribusikan muatan amoniak dengan baik.

“Kapasitas kapal yang lebih besar akan mendukung kegiatan shipping kedalam dan keluar menjadi lebih efektif dan efisien,” tambahnya.(hel/ant)