Angkasa Pura 2

Menteri Siti Tolak Bantuan Singapura

Lingkungan & KehutananMinggu, 20 September 2015
bu siti

JAKARTA (beritatrans.com) — Melihat kondisi pada beberapa Provinsi di Indonesia masih diselimuti kabut asap, pemerintah terus menyampaikaninformasi terbaru termasuk kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan kementerian teknis seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian.

Dalam jumpa persnya, di kantor Kementerian LHK, Sabtu(19/9), Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menegaskan belum ada opsi menerima bantuan dari Singapura atau Malaysia yang katanya mendapat kiriman asap dari Indonesia.

“Peralatan kita, pesawat semuanya untuk pemadaman masih cukup dalam dua hari akan ada bantuan pesawat lagi. Jadi belum menerima bantuan,” ujar Menteri Siti ketika dimintai komentar rencana Singapura memberikan bantuan pesawat untuk memadamkan kebakaran.

Ia menyebut pemerintah tengah kerja keras untuk operasi pemadaman kebakaran lahan ini.

Diungkapnya, untuk pemadaman melalui water bombing dan modifikasi cuaca, jumlah pesawat yang beroperasi dalam pamadaman Karlahut adalah 21 heli dan 4 air craft.

Rinciannya, 3 heli untuk water bombing dan 1 untuk modifikasi cuaca di Riau, 5 pesawat (2 air craft) di Jambi, Sumsel 6 pesawat (2 air craft), Kalimantan Barat 3 heli untuk water bombing dan 1 untuk modifikasi cuaca.

Sementara Kalimantan Tengah 3 heli untuk water bombing dan 1 untuk modifikasi cuaca, Kalsel 1 pesawat dan Kaltim 1 pesawat.

Bahkan Menteri mengungkap upaya pemadaman dengan water bombing di Riau telah menggunakan sekitar 19,955 juta liter air, di Jambi 1,860 juta liter, di Sumsel 16,610 juta liter, Kalbar 0,450 juta liter, Kalteng 0,521 juta liter.

Pemadaman dengan hujan buatan, di Riau telah ditebar 123,12 ton garam, Jambi 0, Sumsel 56,8 ton garam, Kalbar 33,360 ton garam, Kalteng 0.

Pantauan Hotspot
Untuk titik api atau hotspot diketahui mulai 1 Januari-17 September 2015 terdapat 13.817 titik atau sekitar 70% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 yaitu sebanyak 19.586 titik.

Luas areal kebakaran menurut laporan Posko/Unit Pelaksana Teknis Kementerian LHK di daerah adalah di Sumatera 5.492,82 ha dan Kalimantan 2.519,42 ha, dengan total areal kebakaran Sumatera dan Kalimantan sekitar 8.003,24 ha.

Sementara menurut analisis citra satelit, luas areal kebakaran di Sumatera sekitar 52.985 ha dan Kalimantan 138.008 ha, total areal kebakaran di Sumatera dan Kalimantan sekitar 191.993 ha.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar terus memastikan tegasnya pemerintah kepada pelaku pembakaran lahan.

“Biar kita tegakkan hukum. Selain sanksi administrasi berupa denda, permintaan maaf di media, kita akan bekukan izin hingga pencabutan jika terbukti melakukan pembakaran. Yang pasti lahan yang terbakar 20 hektar ke atas akan diambil menjadi milik negara untuk direstorasi,” ujar Siti.

Diungkapkan jumlah warga yang terkena penyakit juga sangat banyak. Yakni yang terjangkit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) kebanyakan terjadi pada anak-anak, di Riau 14.566 orang, Jambi 12.854 orang, Sumsel 22.855 orang, Kalbar 19.219 orang, Kalteng 2.710 orang, dan Kalsel 40.000 orang. (fenty)