Angkasa Pura 2

Tabrakan Kapal Ikan Di Taiwan Tiga ABK Indonesia Belum Ditemukan

DermagaMinggu, 20 September 2015
otoritas-taiwan-lanjutkan-pencarian-tiga-abk-wni-hilang-spUG0i063F

TAIPEI (Beritatrans.com) – Otoritas Taiwan berhasil mengidentifikasi empat jenazah anak buah kapal (ABK) dalam insiden tabrakan kapal ikan Shih Hui 31.

Meski demikian, tim penyelamat yang berisikan satuan Angkatan Laut (AL) Taiwan dan coast guard setempat masih berupaya mencari tiga ABK asal Indonesia dan dua ABK asal China yang masih hilang, seperti diberitakan Focus Taiwan, Minggu (20/9/2015).

Berdasarkan keterangan salah seorang penjaga pantai wilayah Hsinchu, Taiwan, empat jenazah yang berhasil ditemukan tim penyelamat teridentifikasi berasal dari Taiwan, China, dan Indonesia.

“Kami berhasil mengetahui bahwa empat jenazah yang ditemukan tim penyelamat pada Sabtu 19 September merupakan ABK yang berasal dari China, Indonesia, dan Taiwan,” ujar salah seorang penjaga pantai wilayah Hsinchu.

“Satu jenazah teridentifikasi merupakan sang kapten kapal Shih Hui bernama Chi Wan-der (66). Sementara itu, dua jenazah teridentifikasi merupakan ABK asal China berusia 31 dan 49 tahun. Sedangkan satu jenazah lainnya teridentifikasi merupakan ABK asal Indonesia berusia 33 tahun,” sambungnya.

Menurut penjaga pantai wilayah Hsinchu itu, saat ini keempat jenazah telah ditangani satuan Angkatan Laut Taiwan (AL) dan otoritas berwenang lainnya. Namun, hingga kini otoritas Taiwan belum mau menginformasikan nama dua jenazah ABK asal China dan satu jenazah asal Indonesia.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa bertabrakannya kapal ikan Taiwan Shih Hui 31 dengan kapal kargo bermuatan kerikil seberat 8.000 ton terjadi pada Sabtu 19 September sekira pukul 01.50 waktu setempat.

Kapal tersebut membawa sembilan ABK. Mereka sendiri terdiri dari seorang kapten asal Taiwan teridentifikasi bernama Chi Wan-der (66), empat nelayan dari China dan empat lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau pencarian empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang terbalik di perairan Chuwei, Pantai Utara Taiwan.

Kemlu terus memonitor perkembangan melalui KDEI Taipei dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) di Jakarta.