Angkasa Pura 2

Disnav Kelas II Semarang Terima Team Studi Banding Dari Makassar

Dermaga SDMRabu, 23 September 2015
IMG_20150922_082459_edit

SEMARANG (beritatrans.com) – Kantor Distrik Navigasi (Dinav) Kelas II Semarang menerima kunjungan team studi banding dari Disnav Kelas I Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Delegasi Disnav Kelas I Makassar terdiri dari empat orang. Mereka datang dan mempelajari sistem dan pelayanan PPID dan VTS di Disnav Semarang untuk diterapkan di Makassar,” kata Kadisnav Kelas II Semarang, Ir.Sukmanofith Djulis, MM kepada beritatrans.com, Rabu (23/9/2015).

Delegasi Disnav Makassar terdiri dari empat orang yaitu Djoko Prayitno, Muh Syarif, Awaludin Syah dan Imam Setiawan Gunawan.

“Sebagai tuan rumah, Disnav Kelas II Semarang sangat bersyukur bisa melayani tamunya dengan baik. Alhamdulillah, kinerja dan pelayanan Disnav Semarang menjadi bahan kajian dan pembelajaran bagi pihak lain di Indonesia,” kata Sukmanofith.

Team dari Disnav Makassar itu melakukan studi banding sejak Senin 21 September sampai Rabu 23 September 2015.

“Seluruh aspek kinerja dan pekayanan PPID dan VTS di Disnav Semarang dipelajari. Selanjutnya akan dikembangkan di tempat tugasnya di Makassar,” kata Sukma lagi.

Sebelumnya, Kabag TU Disnav Semarang Drs.Suyadi menambahkan, salah satu kinerja Disnav Semarang yang mendapat kredit point tinggi dalam penilaian Kemenhub adalah pelayanan yang cepat dan profesional.

“Selain itu juga kecepatan dan ketepatan dalam merespon laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Itjen Kemenhub,” kata Suyadi.

“Dengan kerja dan pelayanan yang dibangun jajaran Disnav Semarang, para pengguna jasa puas. Selain itu laporan kinerja bagus, transparan dan akuntabel,” tandas Sukmanofit.

Terbuka Pada Masukan

Kendati begitu, Sukmanofit menambahkan, jajaran Disnav Kelas II Semarang tetap terbuka dan menerima saran dan masuka dari semua pihak. Termasuk para tamu yang melakukan studi banding ke Disnav Kelas II Semarang ini.

Pekan depan, masih ada pihak l yang akan melakukan studi banding ke Disnav Kelas II Semarang. “Mereka adalah Dinav Kelas I Surabaya dan Disnav Kelas III Pontianak, Kalimantan Barat,” terang Sukmanofith.

Untuk perbaikan ke depan, Sukmanofith mengusulkan hendaknya ada persamaan jajaran dan pelayanan PPID du seluruh UPT di Tanah Air.

“PPID akan lebih baik jika dilakukan sentralisasi baik dalam software dan hardware-nya. Namun begitu, mereka tetap mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga lebih mudah dikenal masyarakat luas,” tegas Sukmanofith.(helmi)