Angkasa Pura 2

Dari 49 Kapal Ojek Di Kali Adem Rute Kepulauan Seribu, Hanya 9 Penuhi Persyaratan Keselamatan

DermagaKamis, 24 September 2015
tmp_14323-1801367seribu780x390.JPG-526025180

JAKARTA (berutatrans.com) – Dinas Perhubungan dan Transportasi akan menata kembali Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan menertibkan kapal-kapal ojek yang tidak lengkap standar keselamatannya mulai Oktober.

Selanjutnya akan dibentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mengelola pengoperasian kapal-kapal penumpang Kepulauan Seribu tersebut. Salah satunya dengan menerapkan regulasi sistem pembiayaan rupiah per mil.

Kepala Dishubtrans, Andri Yansyah, mengatakan, bahwa kapal-kapal ojek yang terbuat dari kayu itu, masih banyak yang tidak dilengkapi dengan standar keselamatan kapal.

“Mereka sudah beri waktu sejak Lebaran kemarin untuk melengkapi standar keselamatan kapal. sampai saat ini dari 43 kapal ojek, hanya sembilan kapal yang memenuhi standar keselamatan kapal. Jika sampai Oktober tidak juga melengkapi, kami akan larang masuk ke Pelabuhan Kali Adem,” kata Andri Yansyah, ketika dihubungi Warta Kota, Kamis (24/9/2015).

Menurut Andri, saat ini telah terdapat beberapa kapal yang mulai melengkapi peralatan keselamatannya. Namun ada juga yang beberapa mengabaikannya.

“Banyak yang berdalih tidak ada biaya untuk melengkapi alat keselamatan kapal, tapi tahu-tahu mereka malah membeli kapal baru, bukannya melengkapi perlengkapan keselamatan kapal yang sebelumnya,” katanya.

Perlengkapan keselamatan kapal yang diminta, menurut Andri, yaitu memiliki life jacket atau jaket penolong sesuai dengan kapasitas penumpang kapal.

Lalu memiliki rakit penolong yang dapat menampung seluruh penumpang kapal, kemudian alokasi tempat duduk penumpang.

“Lalu memiliki sertifikat kelaikan laut kapal,” tegasnya.

BLUD
Sementara, sambil menerapkan regulasi tersebut, menurut Andri, pihaknya juga tengah memproses pembentukan BLUD Pelabuhan Kali Adem.

Dengan dibentuknya BLUD, maka kapal-kapal yang menjadi sarana transportasi ke Kepulauanseribu itu, akan dibayar rupiah per mil.

“Tarif yang diberlakukan nanti akan lebih murah karena kami subsidi. Kalau sekarang kapal ojek atau kapal Dishub yang beroperasi tarifnya bisa mencapai Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per orang, nanti dengan sistem rupiah per mil, hanya dikenakan sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000,” katanya.

Artinya, dengaan regulasi tersebut, maka kapal-kapal yang beroperasi tidak perlu lagi memasuki penumpang melebihi kapasitas. Karena mereka dibayar sesuai dengan jarak tempuh operasi bukan lagi berdasar jumlah penumpang.

“Lihat saja kalau akhir pekan, kapal-kapal ojek pasti dijejali penumpang dan barang yang melebihi kapasitas. Itu membahayakan,” kata Andri.

Untuk itu, pihaknya telah memasukan perencanaan penataan pelabuhan lebih laik dan tertib pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2016 yang kini tengah dalam pembahasan. Salah satunya dengan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Pelabuhan Kali Adem.

“Kami juga akan memasukkan pengadaan dua kapal sekolah berkapasitas 100 dan 50 orang. Kapal itu untuk para siswa di Kepulauanseribu yang setiap harinya harus menyeberang pulau untuk ke sekolahnya. Selama ini mereka menggunakan kapal-kapal nelayan,” katanya.

TINDAKAN TEGAS
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengaku mendukung rencana pengelolaan kapal ojek oleh Dishubtrans. Pasalnya, selama ini, banyak kapal-kapal ojek yang masih mengabaikan keselamatan.

“Dishub harus tegas menerapkan standar keselamatan kapal. Tapi juga harus bisa membina kapal-kapal ojek yang beroperasi. Yaitu dengan membantu juga apa saja kesulitan mereka dalam melengkapi standar keselamatan kapal,” katanya.

Seperti diketahui, jumlah wisatawan Kepulauanseribu setiap akhir pekan mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto, agar Dishubtrans, juga membantu kapal ojek.

“Ini kan juga masalah mata pencaharian kapal ojek. Kalau tidak boleh masuk pelabuhan, maka mereka akan kehilangan mata pencaharian,” katanya.

loading...