Angkasa Pura 2

Pemprov DKI Akan Beli Kapal Angkutan Pelajar Kepulauan Seribu

DermagaKamis, 24 September 2015
tmp_14323-106998_620-1255806355

JAKARTA (beritatrans.com) – Untuk memudahkan siswa sekolah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu menjangkau sekolah mereka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membeli dua unit kapal sekolah. Kedua kapal tersebut terdiri dari satu kapal berukuran besar dan satu berukuran kecil.

Tak hanya dioperasikan untuk angkutan sekolah, dua unit kapal itu nantinya juga bisa dimanfaatkan sebagai angkutan air penduduk dan wisatawan di Kepulauan Seribu pada akhir pekan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansah mengatakan selama ini, untuk angkutan sekolah, pihaknya menyewa enam unit kapal milik penduduk di Pulau Pramuka.

“Enam unit kapal milik warga sekitar ini digunakan untuk mengangkut anak-anak sekolah di Pulau Pramuka sudah tak layak dijadikan angkutan sekolah para siswa. Karena kapal-kapal itu selalu kelebihan muatan. Sehingga membahayakan bila digunakan sebagai angkutan penumpang,” ujarnya seperti diberitakan beritasatu, kemarin.

Jumlah siswa dari Pulau Pramuka sudah mencapai lebih dari 300 orang. Jumlah tersebut belum ditambah dengan jumlah siswa dari Pulau Panggang. Akibatnya, kapal selalu kelebihan penumpang. Bahkan ada siswa yang bergelantungan dan naik ke atap kapal.

“Kondisi ini sangat berbahaya bagi para siswa. Makanya kita harus beli dua unit kapal, yang besar dan kecil,” ujarnya.

Kapal tersebut akan dibuat dengan bahan fiber dan dilengkapi alat pengaman seperti jaket pelampung. Panjang kapal besar 20 meter dan kapal kecil 14 meter.

Kapal berukuran besar mempunyai kapasitas 100 orang, sementara kapal ukuran kecil berkapasitas 50 orang. Kapal tersebut untuk anak-anak di Pulau Pramuka dan di pulau-pulau sekitarnya.

Kapal angkutan sekolah itu bakal dioperasikan dari Senin-Jumat mengikuti jam sekolah siswa. Khusus di akhir pekan, kedua kapal tersebut dibolehkan beroperasi untuk angkutan air penduduk dan wisatawan.

“Ini juga sudah sesuai dengan usulan Musrenbang warga Pulau Seribu. Nanti, Sabtu-Minggu bisa dipakai buat penduduk dan wisatawan. Kami akan subsidi tiket kapal pada hari dari Senin-Jumat. Jadi kita gratiskan khusus buat anak-anak sekolah. Di luar itu kami pasang tarif,” jelasnya.

Desain dasar (basic design) kapal angkutan tersebut saat ini masih dirancang untuk dimasukan ke dalam katalog elektronik (e-katalog) agar bisa dilelang di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). (aisha).