Angkasa Pura 2

Pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Dilanjutkan

Another News KoridorJumat, 25 September 2015
78895ced4ebc45f9ab19beb433785dba

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,6 kilometer dilanjutkan kembali. Hal ini menandakan perekonomian di luar Jawa menggeliat. Karena itu, pemerintah diminta konsisten mendukung pengembangan kawasan industri baru di luar Jawa dengan perencanaan yang matang.

“Jalan tol Balikpapan-Samarinda dibangun untuk melengkapi jalan raya Trans-Kalimantan yang sudah lebih dulu ada. Sebenarnya rencana ini sudah lama, tetapi baru dieksekusi sekarang karena memang kawasan Kalimantan Timur yang ekonominya berkembang pesat dibandingkan dengan wilayah lain di Kalimantan,” kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagio seperti dilansir Kompas, Jumat (25/9), di Jakarta.

Pemerintah telah menandatangani kontrak pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda seksi V. Jalan tol tersebut direncanakan mendukung kawasan industri di Balikpapan dan Bontang. Khusus untuk seksi V sepanjang 10,99 km, pendanaan berasal dari pinjaman Tiongkok sebesar Rp 845,55 miliar. Sementara kontraktor yang mengerjakan seksi V merupakan konsorsium antara Beijing Urban Construction Group Ltd, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W Husaini mengatakan, studi kelayakan jalan tol Balikpapan-Samarinda sudah ada sejak lima tahun lalu. “Memang sudah lama. Pembebasan lahan sudah hampir 80 persen,” katanya.

Menurut Agus, pembangunan jalan tol mesti memperhitungkan jumlah kendaraan yang akan melintas. Jika tidak, investasi yang nilainya besar dan bersifat jangka panjang akan sia-sia. Namun, Agus menilai, perkembangan Kalimantan Timur cukup pesat karena didukung industri minyak dan gas. Oleh karena itu, wajar jika jalan tol dibangun menghubungkan Balikpapan dengan Samarinda. Namun, jika kendaraan yang lewat sedikit, bisa dipastikan tarif tol akan mahal.

“Ke depan perlu dikembangkan lagi industri di Balikpapan dan Bontang. Selama ini kawasan industri di sana tidak berkembang karena tidak didukung kebijakan yang menyeluruh,” kata Agus.

Sebelumnya, Vice Presiden Director PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Budi Harto menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada Wijaya Karya untuk mengerjakan proyek jalan tol yang pertama di Kalimantan. “Proyek ini berada di provinsi yang berkontribusi besar pada ekonomi Indonesia,” ujarnya. (Wahyu/foto:KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)