Angkasa Pura 2

Perlu Sertifikasi Kompetensi SDM Pada Industri Jasa Angkutan Multimoda

LitbangJumat, 25 September 2015
konvensi1

JAKARTA (beritatrans.com) — Guna memvalidasi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI), Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda pada Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, menggelar Pra Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Transportasi Multimoda Subbidang Pengurusan Pergudangan.

Pra Konvensi yang digelar Jumat 18 September ini termasuk rangkaian kegiatan dalam penetapan SKKNI yang telah melalui kajian dan diskusi dengan berbagai kalangan seperti para pakar, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya pada pembukaan Pra Konvensi, Kepala Balitbanghub DR Elly Adriani Sinaga MSc mengharapkan pra konvensi ini dapat menjadi wahana untuk mengumpulkan informasi dan masukan demi menyempurnakan RSKKNI tersebut.

Ia mengatakan angkutan multimoda menjadi perhatian dunia dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat diseluruh pelosok dunia.

konvensi3

Diketahui, hal tersebut diatur oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) dalam United Nations Convention on International Multimodal Transport of Goods, dan diatur lebih lanjut secara regional dalam ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT).

Elly menyebut angkutan multimoda semakin penting dengan adanya agenda integrasi sistem logistik ASEAN menuju kepada perwujudan pasar tunggal ASEAN.

Integrasi sistem logistik ASEAN dan AFAMT, lanjut Elly, menyiratkan adanya liberalisasi di bidang jasa angkutan multimoda di kawasan ASEAN yang pada akhirnya menuju kepada liberalisasi jasa pada tataran global melalui General Agreements on Tariffs and Trade (GATT’s).

“Sehingga perlu diciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya badan usaha angkutan multimoda (BUAM) nasional sebagai bagian dari sistim logistik nasional yang tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing,” jelas Elly.

konvensi4

Elly menjelaskan, dalam penyelenggaraan jasa angkutan multimoda yang efektif dan efisien salah satunya memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Hal ini karena tantangan yang dihadapi penyedia jasa angkutan multimoda semakin berat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Tahun ini akan diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) pada akhir tahun 2015, dimana gelombang tenaga kerja asing tidak akan dapat dibendung.

Dan AEC mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing.

Menurut Elly, dari hasil penelitian Badan Litbang Perhubungan tentang Standar Kompetensi SDM di Bidang Industri Jasa Transportasi Multimoda dan Logistik, telah direkomendasikan perlunya disusun standar kompetensi SDM di bidang industri jasa angkutan multimoda.

Persaingan ASEAN
Dan untuk meningkatkan kompetensi SDM multimoda, perlu diimplementasikan pola pelatihan kerja berbasis kompetensi.

“Pada pra konvensi ini banyak aspek yang dapat kita diskusikan yang hasil diskusi ini diharapkan dapat diperoleh berbagai sumbangan pemikiran baru yang bermanfaat untuk penyempurnaan RSKKNI Bidang Transportasi Multimoda khususnya Subbidang Pengurusan Pergudangan,” ujar Elly.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Ir. Zulfikri, Msc, DEA menyebut penyusunan RSKKNI ini sangat terkait dengan persaingan Asean.

Di kawasan ini harus menerapkan standar kualifikasi perangkat kerja nasional yang mengacu pada Asean Framework, kata Zulfikri.

Ia menambahkan standar kompetensi kerja perlu dirumuskan untuk mendefinisikan kompetensi yang harus dimiliki seseorang dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas pekerjaan serta kondisi dan lingkungannya.

Untuk itu, perlu disiapkan kesiapan SDM salah satunya melalui sertifikasi kompetensi agar dapat bersaing. (fenty)