Angkasa Pura 2

Akibat Skandal Teknologi Penguji Emisi, Reputasi VW Terancam Hancur

OtomotifMinggu, 27 September 2015
volkswagen-kooperation

Baru-baru ini jagat otomotif dunia dikejutkan oleh sebuah informasi yang menguak “ketidak jujuran” perusahaan otomotif raksasa asal Jerman, Volkswagen. Perusahaan pembuat mobil-mobil merek terkenal ini diduga telah melakukan penipuan dalam uji emisi dengan menggunakan perangkat lunak yang dirancang khusus agar dapat mengontrol kadar emisi kendaraan, terutama pada saat melakukan uji emisi. Sekitar 11 juta kendaraannya diduga dilengkapi pirantik lunak yang memicu protes para pecinta lingkungan, termasuk Greenpeace.

Di Amerika, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) jelas-jelas menuding Volkswagen AG, Audi AG, dan Volkswagen Group of America Inc melanggar undang-undang udara bersih (Clean Air Act/CAA). EPA menyebutkan bahwa beberapa model mobil diesel empat-silinder VW dan Audi telah dilengkapi perangkat lunak untuk mengelabui uji emisi untuk polutan udara tertentu di AS.

Swiss juga menangguhkan penjualan kendaraan-kendaraan produksi Volkswagen yang diumumkan pada Sabtu (26/9/2015). Padahal di negara ini produk VW diperkirakan mencapai 180 ribu unit mobil. Mobil-mobil yang termasuk dalam produksi VW diantaranya adalah Audi, SEAT, Skoda, Bentley, Bugatti, Lambhorgini, Porsche, dan Scania.

David Haigh, CEO Brand Finance sebuah konsultan strategi dan penilaian merek yang berbasis di London, Inggris berpendapat bahwa kejadian itu bisa menghancurkan reputasi Volkswagen. Ia juga memprediksi valuasi merek VW berpotensi menurun hingga 10 miliar dollar AS. Padahal sebelum kejadian ini nilai merek VW lebih dari 31 miliar dollar AS, meningkat dari tahun 2014 yang sebesar 27 miliar dollar AS. Sehingga VW menempati posisi ketiga sebagai merek yang paling bernilai di dunia.

“Lebih mengejutkan lagi bahwa VW bersedia membahayakan aset yang paling berharga seperti itu,” kata David Haigh melalui keterangan tertulis yang diterima beritatans.com dan Tabloid Berita Trans di Jakarta, kemarin.

David Haigh membandingkan dengan Toyota yang mengalami kondisi serupa yakni kerusakan merek dagangnya serangkaian penarikan atas masalah mekanik dari 2009 ke 2011. Hal ini tercermin dari nilai merek Toyota yang mencapai puncak sebesar 27,3 miliar dollar AS pada tahun 2010, turun menjadi 26,2 miliar dollar AS pada tahun 2011 dan selanjutnya ke 24,5 miliar dollar AS pada tahun 2012. Memang pada tahun-tahun berikutnya merek Toyota kembali naik menjadi 34,9 miliar dollar AS pada tahun 2014 dan 35,0 miliar dollar AS pada tahun ini.

Tetapi David Haigh menilai, dosa VW lebih buruk ketimbang Toyota yang hanya terlibat masalah mekanik. Sementara VW akibat dosa skandal emisi karena identitas merek Volkswagen berdiri pada keandalan, kejujuran, efisiensi (baik efisiensi produksi dan ekonomi bahan bakar). Malah baru-baru ini reputasi merek VW juga dibangun berdasarkan citra ramah lingkungan melalui model seperti Polo BlueMotion dan XL1. (aliy)

loading...