Angkasa Pura 2

Operasikan Hanggar Baru, Pendapatan GMF AeroAsia Naik 150 Persen

KokpitSenin, 28 September 2015
hanggar-GMF-Aeroasia

JAKARTA (beritatrans.com) — PT Garuda Indonesia resmi mengoperasionalkan hanggar yang diklaim terbesar di dunia. Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, sejalan dengan penambahan hanggar ini, diharapkan kapasitas dan pendapatan GMF AeroAsia, anak usaha Garuda Indonesia yang dipercaya mengelola hanggar ini, juga mengalami peningkatan

Dari operasional hanggar itu, pendapatan dari hanggar ke 4 ini akan ada kenaikan sebesar US$ 86 juta atau sebesar 150 persen dari pendapatan GMF dari pekerjaan perawatan pesawat narrow body sebelumnya.

“Saat ini pendapatan dari kapasitas hanggar narrow body yang ada adalah sebesar US$ 57 juta, sehingga dengan hanggar baru ini di 2018 diproyeksikan pendapatan GMF akan meningkat menjadi US$143 juta,” jelasnya seperti dilansir liputan6.com, Senin (28/9).

Diketahui, pembangunan hanggar memakan investasi sebesar US$ 60 juta atau setara dengan Rp 879,3 miliar (dengan kurs rupiah Rp 14.655 per dolar AS). Karenanya ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia karena kemampuuannya menampung hingga 16 badan pesawat. Sedangkan rata-rata hanggar ada di dunia hanya mampu menampung 10-12 pesawat berbadan kecil (narrow body).

Adapun, proyek pekerjaan perawatan pesawat tersebut meliputi perawatan ringan, perawatan berat, modifikasi winglet, perbaikan struktur, modifikasi interior pesawat, pengecatan pesawat, dan perawatan lainnya.(fenty)