Angkasa Pura 2

Taruna STIP Jakarta Ikuti Program Redisiplin

SDMSenin, 28 September 2015
redisiplin1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta tingkat III yang akan masuki smester VII mengikuti masa residipln di Kampus STIP Jakarta, Marunda, Jakarta Utara. Sebelum mereka kembali masuk perkuliahan smester VII harus kembali masuk diklat redisiplin setelah berlayar selama setahun lamanya.

“Sebanyak 360 taruna STIP Jakarta yang baru turun kapal dari program praktek laut (prola) diharuskan masuk program redisiplin. Program ini wajib dan ditangani langsung oleh instruktur dari Marinir TNI AL,” kata Pembantu Ketua (Puket) III STIP Capt. Prihartanta kepada beritatrans.com di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Sebelumnya, lanjut dia, program redisiplin taruna STIP Jakarta dilakukan langsung di Bumi Marinir Ciandak, Jakarta Selatan. Seluruh instruktur dan pelatih berasal dari TNI AL.

”Karena tahun ini banyak personel TNI dikerahkan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, maka program redisiplin dialihkan ke Kampus STIP Jakarta. Dengan begitu, diharapkan bisa berjalan tepat waktu dan tidak mengganggu jadwal kuliah taruna,” jelas Prihartanta.

Redisiplin2

Kembalikan Disiplin Taruna

Kabag Administrasi dan Humas STIP Jakarta Capt.Ariandy Syamsul Bachri, M.Sc menambahkan, program redisiplin taruna di kampus sendiri dimaksudkan untuk menyederhanakan pelaksanaan program belajar sekaligus mempercepat pelaksanaan program studi tanpa mengganggu jadwal kuliah mereka.

“Program redisiplin dimaksudkan untuk mengembalikan sikap, disiplin dan semangat sehingga siap untuk kembali belajar di kampus. Selama setahun mengikuti prola di kapal, mereka sedikit kendor dan tak ada pengawasan langsung dari kampus. Kini, mereka harus dipulihkan sikap, mental dan disiplinnya sehinggabenar-benar siap belajar lagi,” kata Ariandy menjawab beritatrans.com.

Setelah setahun berlayar, lanjut dia, para taruna masih harus masuk kelas dan belajar seperti biasa. Bagi mereka yang belum menyelesaikan tugas dan laporan akhir saat berlayar juga harus diselesaikan saat itu juga.

Dia menambahkan, seluruh program studi taruna STIP Jakarta baik belajar di kampus atau praktek laut selama setahun di kapal harus berjalan sesuai agenda yang ada. Dengan begitu, mereka nanti bisa menyelesaikan tugas akhir dan ikut wisuda sesui kalender akademik.

“Setelah berlayar, biasanya banyak taruna yang sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan pelayaran termasuk perusahaan dari mancanegara. Semakin cepat mereka lulus makin baik dan dunia kerja sudah menanti,” tegas Ariandy.(helmi)