Angkasa Pura 2

2016, Alokasi Anggaran Kemenhub Di APBN Baru Tersedia Rp50,1 Triliun

Bandara Dermaga Emplasemen Kokpit Koridor SDMTuesday, 29 September 2015

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan membutuhkan alokasi dana sebesar Rp105,4 triliun pada RAPBN tahun 2016. Tapi, dari jumlah tersebut kemampuan RAPBN tahun hanya mampu menyediakan alokasi dana sebesar Rp50,1 triliun.

Demikian disampaikan Fahri sebagai Ketua Sidang dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian Desa dan Transmigrasi di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Alokasi kebutuhan anggaran setiap subsektor dan badan di bawah Kementerian Perhubungan rata-rata juga masih dibawah kebutuhan riil di lapangan.

Masih menurut Fahri, kebutuhan riil setiap eselon adalah Setjen Kemenhub butuh Rp976 miliar masih ada kekurangan Rp58,8 miliar. Kemudian Itjen Kemenhub APBN tahun 2015 baru bisa menyediakan sebesar Rp100,3 miliar.

Ditjen Perkeretaapian Terbesar

Sementara, Ditjen Perhubungan Darat tahun 2016 membutuhan dana Rp10,8 triliun, tapi APBN baru bisa menyiapkan Rp3,9 triliun.

Ditjen Perhubungan Laut membutuhan dana Rp28,5 triliun. Tapi APBN tahun 2016 baru bisa menyediakan alokasi dana sebesar Rp15,02 triliun.

Ditjen Perhubungan Udara membutuhkan dana Rp18,3 triliun dan APBN tahun mendatang baru bisa menyediakan dana sebesar Rp10,7 triliun.

Sementara, Ditjen Perkeretaapian membutuhkan dana Rp39,5 triliun, dan APBN tahun depan baru menyediakan sebesar Rp19,6 triliun.

Selanjutnya, BPSDM Perhubungan membutuhkan dana sebesar Rp6,7 triliun dan APBN baru bisa menyiapkan dana sebesar Rp5,5 triliun.

Sedang Balitbanghub tahun depan membutuhkan dana Rp240 miliar dan APBN tahun depan masih ada kekurangan sebesar Rp14,6 miliar.(helmi)