Angkasa Pura 2

Pelindo I Tingkatkan Kapasitas Terminal Peti Kemas Belawan Jadi 2 Juta TEUs/Tahun

DermagaSelasa, 29 September 2015
images

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Melalui peningkatkan kapasitas bongkar muat hingga 2 juta TEUs per tahun. Saat ini, kapasitasnya baru mencapai 1,2 juta TEUs per tahun di Terminal Peti Kemas Belawan.

Untuk itu, operator pelabuhan PT Pelindo I tengah menyelesaikan proyek pembangunan Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2 di Medan, Sumatera Utara. Proyek ini merupakan perluasan dari terminal peti kemas yang sudah ada.

“Kapasitas terminal peti kemas saat ini 1,2 juta TEUs per tahun. Dengan perluasan ini, akan nambah 400 ribu TEUs, tapi nanti penambahannya bertahap, 400 ribu lagi, jadi total 2 juta TEUs di 2017-2018,” kata Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (29/9/2015) seperti dilansir DetikFinance.

Bambang menjelaskan, pihaknya mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 1,15 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk pembangunan dermaga seluas 350 meter, kemudian untuk kontainer terminal seluas 15 hektar di Belawan, Medan, Sumatera Utara.

“PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Hutama Karya (HK) bertindak sebagai kontraktor dalam proyek ini,” ujarnya

Pembangunan proyek ini sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai pada 2017 mendatang.

“Pembangunan sedang digarap oleh WIKA dan Hutama Karya, selesai akhir 2017,” katanya.

Bambang menyebutkan, selain pinjaman sebesar Rp 1,15 triliun yang memiliki jangka waktu 15 tahun, perseroan juga berencana menambah pinjaman sebesar Rp 700-800 miliar yang akan digunakan untuk membeli alat berat untuk mendukung penyelesaian proyek tersebut.

“Rencana nanti mau pinjam lagi Rp 700-Rp 800 miliar untuk beli alat, tapi nilainya itu masih bisa berubah tergantung kurs, rencananya awal tahun 2016 kita akan lakukan tender alat berat,” imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar menambahkan, perseroan menargetkan bisa menyalurkan kredit di infrastruktur tahun ini sebesar Rp 10 triliun.

“Kredit-kredit ini khususnya akan disalurkan untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah,” tutur Royke

Hingga Juni 2015, lanjutnya, Bank Mandiri telah mengucurkan kredit infrastruktur sebesar Rp 38,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 17,9 triliun di antaranya atau sekitar 47% diperuntukkan bagi sektor perhubungan darat, laut dan udara.

“Untuk tahun ini saja target Rp 10 triliun, kita akan coba proyek-proyek jalan tol. Kita berharap banyak proyek-proyek infrastruktur BUMN,” pungkasnya. (Wahyu)