Angkasa Pura 2

Jepang dan China Kembali Berebut Proyek Infrastruktur Transportasi

DermagaRabu, 30 September 2015
images

JAKARTA (beritatrans.com) – Perseteruan antara pemerintah Jepang dan China dalam upaya mendapat proyek pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia masih terus berlanjut. Setelah harapan untuk menggarap proyek kereta super cepat lenyap, Jepang juga harus ekstra hati-hati pada China dalam perebutan proyek pengganti pelabuhan Cilamaya yang kabarnya segera akan ditender pada Desember mendatang.

Secara politis, Jepang memang tampaknya bakal mulus mendapatkan proyek pembangunan pengganti pelabuhan Cilamaya. Sinyal itu datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tampaknya akan memberikan proyek itu ke Jepang sebagai pengganti ditolaknya proposal Jepang untuk proyek kereta super cepat.

Meskipun demikian, Jepang tetap saja harus ekstra hati-hati dan tetap berjuang keras agar proyek pengganti pelabuhan Cilamaya tidak lepas lagi. Pasalnya, hingga saat ini setidaknya sudah ada lima negara yang sama-sama menyatakan minatnya.

“Beberapa negara sudah menyatakan minatnya untuk menggarap proyek pelabuhan tersebut, seperti Jepang, Tiongkok, Abu Dhabi, Belanda hingga Singapura,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt. Bobby R. Mamahit usai sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 121 tahun 2015 Tentang Kemudahan Bagi Wisatawan dengan Menggunakan Kapal Pesiar (Cruiseship) Berbendera Asing di Jakarta, Rabu (30/9/2015). (aliy)