Angkasa Pura 2

Maraknya Illegal Fishing Nelayan Sulit Cari Ikan

Kelautan & PerikananRabu, 30 September 2015
WEP_7942

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Maraknya illegal fishing, unreported and unregulated (IUU) fishing yang terjadi di Indonesia membuat sumber daya laut semakin terkikis. Dampaknya, nelayan kecil kesulitan mencari ikan.

Ini terbukti rumah tangga nelayan di indonesia berkurang hingga 50 persen, demikian dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Selama satu dekade terakhir rumah tangga nelayan turun dari 1,6 juta turun tinggal 800 saja,” ungkapnya dalam Lokakarya Publik ‘Laut Masa Depan Bangsa’ di Ballroom Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (30/9/2015).

Tidak hanya itu, 115 eksportir di bidang kelautan dan perikanan harus tutup lantaran kesulitan mencari bahan baku.

“Tanda-tanda ada sesuatu yang salah,” tegas Susi.

Lebih lanjut Susi mengatakan, Kalau dari 115 perusahaan yang bangkrut karena ada yang salah di manajemen memang mungkin terjadi. “Tapi tidak semua, pasti ada penyebab utama, yaitu tidak adanya row material untuk diproses,” tegasnya.

Susi juga mengatakan, dengan berkurangnya sumber daya laut, profesi nelayan tidak lagi menarik dan menguntungkan.

“Tidak bisa untuk survive di kehidupan, karena tidak ada lagi hasilnya,” jelas Susi.

Kendati demikian, Susi menyebutkan, dengan adanya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56/2014 terkait moratorium (penghentian sementara) perizinan usaha perikanan tangkap bagi kapas eks-asing dan pemberantasan IUU fishing, sumber daya laut mulai membaik.

“Mencari udang laut di Pangandaran satu hari 30 ton biasa, sekarang setelah tertibkan ilegal fishing, tangkap udang laut 1 ton sehari saja katanya sudah banyak,” katanya.