Angkasa Pura 2

Menteri Susi: Nggak Ada Cerita Dirjen KKP Ditangkap KPK

Dermaga Kelautan & PerikananRabu, 30 September 2015
IMG_20150930_181336

Jakarta (BeritaTrans.com) – Pada situasi ekonomi yang sedang sulit saat ini, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti meminta pengusaha mengubah arah industri. Dolar yang sudah menembus Rp 14.000 harus menjadi momentum kebangkitan industri dalam negeri, dan mengurangi impor.

Di depan sejumlah pengusaha sektor kelautan dan perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengharap agar tidak ada lagi ‘main-main’ antara pengusaha dengan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Makanya pengusaha di sini bantu saya, jangan main-main, harus accountability dan terbuka, supaya nggak ada cerita KPK masuk KKP. Supaya nggak ada cerita Dirjen KKP ditangkap KPK, harus terbukalah kita bisnis. Saya harap anda-anda jadi partner bisnis. Bangun ekonomi saat krisis begini, kita laksanakan good governance,” tutur Susi.

Hal ini disampaikan Susi, dalam dialog dengan pengusaha galangan kapal, pabrik jaring, dan ruang pendingin, di Ballroom Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Saat ini, lanjutnya, jumlah rumah tangga nelayan turun drastis hingga 50% dalam 10 tahun terakhir. Menurut Susi, ada yang salah dengan industri perikanan Indonesia.

“Kalau bisa bangun 4.000 kapal setahun, orang-orang kita yang jadi ABK di kapal-kapal luar negeri bisa balik ke Indonesia. Saya yakin 70 persen mereka dalam kondisi very bad, mereka kerja di kapal-kapal canggih di laut Pasifik, di laut Bering, di Afrika, bawa mereka agar bisa pulang,” tegas Susi.

Menurut Susi, dalam 4 tahun, sebanyak 250 perusahaan galangan kapal dalam negeri bisa memacu industri maritim.

“Kalau orang lihat hasil ikan kita kayak yang di Sabang, saya yakin semua orang mau jadi nelayan,” ujarnya.(Wahyu/foto:Wahyu)