Angkasa Pura 2

Deregulasi Perizinan Bisa Tekan Dwelling Time Di Tanjung Priok

DermagaKamis, 1 Oktober 2015
kapal-petikemas

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kebijakan deregulasi yang mencakup perizinan impor bisa memangkas waktu inap barang (dwell time) di Pelabuhan Tanjung Priok akan berdampak positif menurunkan biaya logistik nasional. Dampaknya diyakini sangat signifikan bagi setiap tahap dwell time.

“Dengan deregulasi dan debirokrasi di precustom clearence itu akan jauh hilang hambatan. Deregulasi sudah gunting semua izin persyaratan sudah habis, ditambah sekarang sistem melalui INSW (Indonesian Nasional Single Window). Sekarang siginfikan itu akan jauh menurun, juga di tahap custom clearence,” kata Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Edy Putra Irawady di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Seperti dikutip kompas.com, dia menuturkan, di dalam dwell time, tahapan pre custom clearence berkontribusi sebesar 68 persen, tahap custom clearence sebesar 12 persen, dan post custom clearance 20 persen. Dengan deregulasi dan debirokrasi, diperkirakan 27 persen pengurusan pelarangan terbatas (lartas) akan terpangkas.

Sementara untuk mengurangi waktu di tahapan post custom clearence, pemerintah kata Eddy sudah menyiapkan sistem tentang kargo. Dia mengatakan dengan sistem itu, barang yang perizinannya telah selesai bisa langsung dikeluarkan dari pelabuhan.

“Artinya semua pre custom dan post sudah terhubung secara elektronik. Bisa saya bayangkan ini (dwell time) akan menurun jauh, target 3,5 sampai 4 hari itu yakin tercapai. karena deregulasi sudah menggunting semuanya,” ujar dia. (hel/kom)