Angkasa Pura 2

BPTJ Keluar, Balitbanghub Tunggu Perpres RITJ

LitbangJumat, 2 Oktober 2015
Transjakarat PPD

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani pembentukan Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) atau BPTJ. Perpres No.103 Tahun 2015 itu ditandatangani 18 September 2015.

Dijelaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan DR Elly Adriani Sinaga, MSc, BPTJ dibentuk untuk mengoordinasikan pengembangan dan pengelolaan serta meningkatkan layanan transportasi di Jabodetabek.

Menurut Elly, badan ini tetap berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan dan menjadi unit organisasi khusus yang dipimpin oleh Kepala Badan.

“Alhamdulillah, keluar juga Perpresnya memang sudah lama kami menunggu ini. Karena tanpa adanya satu badan yang bisa mensinergikan pengelolaan transportasi di Jabodetabek, tak maksimal pelayanannya kepada masyarakat. Selama ini kan semua sendiri-sendiri mengelola, Depok sendiri, Tangerang sendiri, semuanya eksekusi sendiri. Pergerakan orang di Jabodetabek gak nyambung dari satu layanan ke layananan transportasi lainnya,” jelas Elly kepada BeritaTrans.com dan tabloid BeritaTrans, Kamis (1/10).

Dalam BPTJ ini, kata Elly, akan ada Kepala Badan lengkap dengan 4 direktorat. “Nanti diangkat oleh Presiden dan Balitbanghub kini tengah siapkan organisasinya. Kemudian badan ini menjalankan yang namanya Rencana Induk Transportasi Jabodetabek atau RITJ yang dibuat berdasarkan pedoman dan indikator yang sudah disiapkan,” katanya.

Penyusunan RITJ ini, lanjut Elly, melibatkan banyak pihak yakni daerah di wilayah Jabodetabek, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan Kementerian lain.

Menurutnya, RITJ itu masih ada di presiden menunggu untuk disahkan. “Dan sambil menunggu, Balitbanghub siap mengawal pelaksanannya, dan kita sudah siapkan pedoman untuk indikator kinerja.”

Elly optimis dengan RITJ akan terwujud penyelenggaraan transportasi yang terintegrasi dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang diwilayah Jabodetabek.

“Karena ini melibatkan daerah, maka kami juga sudah minta persetujuan Gubernur Jakarta, waktu itu Pak Jokowi yang sudah mendukung BPTJ ini. Karena kan dalam BPTJ ini beberapa kewenangan daerah diambil. Dengan BPTJ yang menjalankan RITJ ini maka akan terbentuk jaringan kemudahan bertransportasi di wilayah ini,” papar Elly.

Sinergikan TransJakarta
Ia mencontohkan, keberadaan TransJakarta nantinya akan disinergikan dengan TransJabodetabek sehingga ada jaringan pelayanan transportasi umum yang satu terintegrasi.

“Misalnya nih kalau warga yang dari Bogor mau ke Jakarta, tak perlu ganti-ganti moda transportasi gak perlu pindah sana pindah sini. Trus dari Kota misalnya mau ke satu titik ada transportasi langsung yakni feedernya, tidak perlu turun cari angkutan lain.”

Dalam penyelenggaran RITJ ini, lanjut Elly, sangat mungkin akan ada penyiapan infrastruktur baru sebagai penunjang. “Ada kemungkinan bangun infrastruktur baru. Sebab kalau gak nyambung jalannya, jaringannya tak bisa jalan. Misalnya bus Transjakarta ke Harapan Indah Bekasi, kurang 500 meter terputus, gak jalan.”

Sementara itu, untuk pembiayaan untuk implementasi RITJ ini, Elly menyebut bersumber dari anggaran Kementerian Perhubungan. Namun ada juga dana dari APBD daerah sesuai aturan undang-undangnya. “RITJ-nya masih di presiden.”

Dijelaskan Elly, fungsi BPTJ ini secara umum mengkoordinasikan, sinkronisasi penyusunan rencana umum dan rencana program serta rencana kebutuhan anggarannya dalam rangka pengembangan dan peningkatan pelayanan transportasi yang terintegrasi di wilayah Jabodetabek.

Selain itu ada fasilitas teknis pembiayaan dan manajemen peningkatan penyediaan pelayanan dan sarana serta prasarana angkutan umum perkotaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

BPTJ ini juga berhak memberi perizinan angkutan umum yang melampaui batas provinsi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dan pemberian rekomendasi untuk angkutan terusan (feeder service).(fenty)

loading...