Angkasa Pura 2

Kemenhub: Ada Tiga Titik Diduga Lokasi Hilang Kontak Pesawat Aviastar

Bandara KokpitSaturday, 3 October 2015

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suprasetyo menyebutkan ada tiga titik yang diperkirakan sebagai lokasi pesawat Aviastar hilang kontak kemarin, Jumat (2/10/2015). Pesawat itu hilang kontak dalam perjalanan dari Bandara Andii Djemma menuju Bandara Hassanudin di Maros, Makassar Sulawesi Selatan.

Pesawat Twin Otter milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 itu kontak sekitar pukul 14.36 Wita. Suprasetyo mengatakan bahwa titik koordinat yang diduga pesawat tersebut hilang di antaranya 14 nautical mile (nm), 24 nm, dan 34 nm dari Masamba.

“Komunikasi terakhir di titik 14 nautical mile,” kata Pras, sapaan akrab dia dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa informasi dari air traffic controller (ATC) Bandara Andi Jemma, Masamba, pilot tidak meminta pindah jalur. “Tidak ada permintaan, minta izin di 8.000 kaki, pada 14.33 Wita hilang kontak,” ujar Pras seperti dikutip tribunnews.com.

Berdasarkan kondisi cuaca, jarak pandang pada saat itu 9 kilometer dengan kecepatan angin 260/05 KT. Pukul 14.25 WITA pesawat lepas landas dari Bandara A Jemma Masamba, 11 menit setelah lepas landas pesawat hilang kontak dari menara pemantau Bandara A Jemma Masamba.

Waktu tempuh penerbangan normal dari Bandara A Jemma Masamba ke Makassar selama 70 menit (1 jam 10 menit). Semestinya tiba di Makassar pada pukul 15.39 Wita. Pesawat hilang kontak pada pukul 14.33 WITA.

aviastra-twin-otter

Tujuh Penumpang

Terdapat tujuh penumpang yang terdiri atas empat dewasa, satu anak, dan dua bayi dalam pesawat tersebut. Selain itu, penumpang pesawat naas tersebut sebagian adalah berasal dari dua keluarga yang akan melakukan perjalanan ke Makassar Sulawesi Selatan.

Nama mereka, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Risa Arman, Sakhi Arqam, Muhammad Natsir, Afif (bayi), dan Raya (bayi).

Pesawat tersebut dikemudikan oleh Captain Iriafriadi, kopilot Yudhistira, dan teknisi Soekris Winarto.(hel/trib)