Angkasa Pura 2

Pengamat: Warga Bandung Pesimis Proyek Kereta Cepat Lancar

EmplasemenSabtu, 3 Oktober 2015
Kereta-cepat

JAKARTA (BeritaTrans.com) — Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Harun Al Rasyid Lubis, pesimistis proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa terealisasi.

Dia menilai, pemerintah hanya menerima proposal proyek tanpa memahami apa yang harus dilakukan.

“Ini yang membingungkan, pemerintah belum tahu mau melakukan apa tapi sudah diterima. Kalau ada beragam proposal tapi enggak ada gambaran mau apa?,” kata Harun, Sabtu (3/10).

Doktor Teknik Sipil itu mengaku telah melakukan survei terkait proyek kereta itu terhadap warga Bandung.

Meski pembiayaan berasal dari konsorsium Tiongkok dan Indonesia tanpa menggunakan APBN, dia menyebut, warga Bandung sama-sama pesimis proyek bisa terealisasi.

“Kita sudah pernah survei kalau semua pengguna moda dari yang kecil, travel termasuk ke bandara kalau kereta cepat ada dengan servis seperti ini kira-kira mungkin atau tidak. Mereka menjawab kemungkinan besar tidak,” sebut Harun.

Dia pun membeberkan persoalan lain yang dinilainya menjadi dasar dirinya pesimistis, yakni soal pelimpahan tanggung jawab proyek ke pihak swasta.

Perencanaan transportasi di kalangan swasta, kata dia, seringkali tak dibuat sehingga proyek yang dibebankan kepada swasta untuk dibangun kerap terbengkalai dan gagal terealisasi.

“Persoalannya, risiko dikasih ke company swasta. Ini yang jadi masalah dari awal,” ujarnya. (fenty)

loading...