Angkasa Pura 2

Sejumlah Anggota DPRD Jakarta Ganti Warna Plat Mobil Dinasnya

KoridorSabtu, 3 Oktober 2015
Mobil Dinas DKI

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta mengganti pelat mobil dinas berwarna merahnya menjadi hitam. Belum diketahui pasti, apa alasan mereka mengganti warna plat nomor kendaraan dinas tersebut. Bisa jadi untuk kamuflase dan bisa mengisi bahan bakar dengan BBM subsidi. Atau ada juga asalan lain yang memang sengaja dilajukan sejumlah oknum anggota dewan itu.

Kementerian ESDM sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang semua ekndaraan dinas Pemerintah dan Pemda, BUMN/ BUMD, kendaraan perkebunan tidak boleh mengonsumsi BBM bersubsidi baik premium atau solar.

Seperti diketahui, plat mobil untuk Pemprov DKI memiliki tiga huruf seperti ‘PQA’ dan ‘PQB’. Jenis mobil dinas untuk dewan adalah Toyota Corolla Altis hitam.

Saat dikonfirmasi kepada salah satu anggota DPRD DKI, James Arifin Sianipar membenarkan dirinya mengganti pelat mobilnya menjadi warna hitam. Adapun alasan James untuk keamanannya semata.

“Alasannya karena sering ada demo-demo, takut pendemo anarkis terus ngerusak mobil. Itu juga sementara kan kita pinjam ada asuransi, tapi asuransi dari kita, pemegang mobil. Pajak sama asuransi kita yang bayar,” kata James saat dihubungi detik.com, Kamis (1/10/2015) lalu.

Melanggar Aturan

Sekretaris Komisi C yang membidangi Keuangan ini mengaku tahu tindakannya melanggar aturan, namun ia menyebut nomor kepolisiannya ‘B 1043 PQB’ tidak berubah. Dia pun berjanji segera mengganti warna pelatnya menjadi merah lagi segera setelah sampai di rumah.

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik yang sudah mendengar hal itu pun meminta kepada mereka untuk mengganti nomor polisi baru karena melanggar aturan. “Diganti nomor baru,” ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (2/10/2015). “Kalau nomornya sama dengan pelat merah terus jadi hitam ya enggak boleh,” imbuhnya.

Politisi Gerindra itu menyebut jika nekat mengganti warna pelat, maka sudah melanggar ketentuan. Sanksinya pun bisa berupa teguran sampai tilang polisi. “Itu pelanggaran namanya. Sanksinya teguran atau ya ditilang sama polisi,” kata Taufik.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyarankan agar para anggota dewan yang ingin mengganti warna pelat mobilnya dari merah ke hitam untuk melapor ke Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Dengan begitu, mereka akan diberi pelat berwarna hitam dengan kode huruf ‘RFS’, ‘RFR’ dan sebagainya. Kalau ini yang dilakukan legal dan tidak melanggar UU,” tandas Ahok.(hel/dtc)