Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan Segera Diklat Putra Papua Dan Papua Barat Menjadi Operator Bandara

Bandara SDMMinggu, 4 Oktober 2015
Tommy2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan akan merekrut putra-putri Papua dan Papua Barat untuk menjadi SDM professional di bidang penerbangan. Mereka bisa dipekerjakan sebagai security bandara, atau SDM lain yang dibutuhkan untuk mengoperasikan bandara serta sektor penerbangan lainnya.

“Sesuai petunjuk dan arahan Menhub Ignasius Jonan, seluruh bandara di daerah termasuk Papua dan Papua Barat perlahan harus dibenahi. SDM operatornya harus professional dan mempunyai sertifikasi dari instansi berwenang. BPSDM Perhubungan dengan dana APBN P 2015 akan merekrut putra daerah untuk dididik dan diberdayakan menjadi operator bandara,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si kepada beritatrans.com di Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Menurutnya, saat ini ada 42 bandara besar dan kecil di Papua dan Papua Barat. Dari jumlah tersebut, belum semua dikelola oleh SDM yang professional di bidangnya. “Untuk tujuan itu, BPSDM Perhubungan akan merekrut putra daerah untuk didik dan dilatih menjadi operator bandara yang baik. Mereka akan masuk diklat di BPPP Jayapura, ATKP Makassar bahkan ATKP Surabaya sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Kementerian Perhubungan akan terus membenahi seluruh fasilitas transportasi baik bandara, pelabuhan, stasiun, terminal dan lainnya. “Fokus pengembangan SDM sektor penerbangan ke depan adalah Papua dan Papua Barat. Mereka akan masuk diklat untuk mengisi kebutuhan SDM di bandara yang ada. Dengan begitu, seluruh bandara di Papua dan Papua Barat bisa dikelola dengan baik dan memenuhi standar dan kelaikan keselamatan,” jelas Tommy.

“Targetnya sekitar 400 orang tahun ini. Dengan asumsi setiap bandara butuh 10 orang, maka seluruh bandara di Papua dan Papua Barat akan terisi oleh SDM yang baik. Selain tu, mereka diambil dari putra-putri daerah setempat, sehingga tak memicu resistensi bahkan masalah sosial lain di masyarakat,” papar Tommy.

Program tersebut, menurut Tommy juga menjadi bagian usaha Pemerintah selalu hadir dan melayani masyarakat sampai di daerah terpencil. “Mereka itu butuh perhatian, sekaligus harus diberdayakan sehingga mampu mengurus dirinya sendiri. Selanjutnya untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan penerbangan di daerah,” urai Tommy.

Ke depan, tambah dia, jangan sampai ada lagi pesawat sudah siap mendarat tapi landasan belum siap, bahkan masih ada binatang liar yang berkeliarkan di landasan pacu. Lebih larah lagi, banyal kasus bandara tidak ada satupun orang yang melayani.

“SDM di daerah harus dibangun, sekaligus mampu meningkatkan keselamatan transportasi. Masalah penerbangan harus bisa dilayani dengan lebih baik dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Paling tidak standar keselamatan minimal terpemnuhi dan dilayani oleh SDM yang tepat di bidagnya,” tegas Tommy.(helmi)