Angkasa Pura 2

Muhammadiyah: Indonesia Darurat Kejahatan Seksual Pada Anak

Another News SDMSelasa, 6 Oktober 2015
abdul mu'thi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia sudah berada dalam keadaan darurat kejahatan anak. Anak adalah aset bangsa.  Karena itu jika keadaan ini terus berlanjut Indonesia akan mengalami keterputusan generasi.

“Muhammadiyah sangat prihatin dengan tingginya kekerasan dan kriminalitas anak baik anak sebagai korban maupun sebagai perilaku tindak kekerasan. Dengan kekejian dan meningkatnya kekerasan terhadap anak. Semua itu harus dihentikan dan negara perlu mengambil peran disana,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr.Abdul Mu’thi dalam siaran pers yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Dikatakan, tingginya kekerasan terhadap anak menunjukkan betapa rusaknya moralitas bangsa dan rapuhnya keluarga sebagai basis perlindungan dan pendidikan anak.

“Secara politik, maraknya kejahatan terhadap anak merupakan bukti negara telah abai dan gagal melindungi anak sebagai kelompok rentan,” jelas Mu’thi.

Oleh karenanya, Muhammadiyah mengharapkan semua pihak agar bertindak bersama- sama untuk menghentikan kekerasan terhadap anak.
“Muhammadiyah mengusulkan perlunya revisi undang- undang perlindungan anak. Hukuman bagi pelaku kejahatan anak terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera,” tukas staf pengajar UIN Jakarta itu lagi.

Dia menambahkan, Muhammadiyah mendesak kepada aparatur keamanan dan penegak hukum agar segera menangkap dan menghukum pelaku kejahatan anak dengan hukuman maksimal.

“Muhammadiyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerjasama membangun lingkungan ramah anak dan melakukan aksi nyata untuk menghentikan kekerasan terhadap anak,” tegas Mu’thi.(helmi)