Angkasa Pura 2

Poltekpel Surabaya Sudah Selesaikan Diklat BST KLM Untuk 300 Orang Peserta

Dermaga SDMKamis, 8 Oktober 2015
IMG_20150603_075127_edit_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya sudah menyelesaikan program pendidikan dan latihan (diklat) basic safety training (BST) Kapal Layar Motor (KLM) sebanyak 300 orang peserta.

“Mereka masuk gelombang pertama yang terbagi dalam 10 kelas atau masing-masing 30 orang per kelas,” kata Direktur Poltekpel Surabaya Capt.Marihot Simanjuntak,MM saat dihubungi beritatrans.com di BPSDM Perhubungan Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Poltekpel Surabaya, lanjut dia, mendapatkan kuota untuk melaksanakan diklat bagi 600 peserta khususnya putra-putri daerah tertinggal atau wilayah terluar Indonesia.

    IMG-20151008-WA009

    Mereka semua diberikan diklat gratis karena semua biaya ditanggung negara. “Para peserta justru diberikan uang saku,” jelas Marihot.

    Poltekpel Surabaya, papar dia, mendapatkan tugas yang dibiayai APBNP 2015 untuk beberapa jenis diklat yaitu BST KLM, diklat house keeping dan dinas jasa deck.

    “Semua jenis diklat itu sudah bisa ditangani Poltekpel Surabaya, lengkap dengan tenaga dosen, fasilitas dan infrastruktur pendukung seperti ruang kelas, ruang prakikum, lab, bengkel dan lainnya,” jelas alumni STIP Jakarta itu.

    IMG-20151008-WA011

    Sementara, peserta diklat BST KLM yang ditangani Poltekpel Surabaya pada gelombang pertama ini berasal dari pemuda-pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    “Mereka direkrut bersama Pemda atau Dinas Perhubungan setempat. Selanjutnya mereka diseleksi dan bagi mereka yang lulus akan langsung mengikuti diklat secara gratis,” tukas Marihot.

    Dia menambahkan para peserta diklat sebagian besar adalah para pelaut tradisonal atau nelayan kecil yang mencari hidup di laut.

    “Mereka (pelaut) itu umumnya pekerja tradisional dan belum melek aturan keselamatan pelayaran. Jadi mereka harus dibantu dan diberdayakan. Melalui diklat BST KLM diharapkan mereka tahu, sadar dan peduli pada keselamatan pelayaran,” tegas Marihot.(helmi)