Angkasa Pura 2

Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Mulai Awal 2016

EmplasemenJumat, 16 Oktober 2015
KA Super Cepat

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembangunan Kereta Api Cepat (KA Cepat) Jakarta-Bandung ditargetkan awal 2016 pembangunan dimulai dan selesai pada 2018. Proyek ini akan menjadi yang pertama di Indonesia, bahkan di ASEAN.

Rencananya kereta cepat memiliki panjang jalur 150 kilometer (km) dan akan melewati delapan stasiun, mulai dari Gambir, Manggarai, Halim Perdanakusuma, Karawang, Walini, Bandung Barat, Kopo, dan Gede Bage,” ungkap Ketua Konsorsium Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bintang Perbowo, di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

“Ada delapan stasiun dilewati kereta cepat,” kata Bintang lagi.
Dalam tahap awal, lanjut dia, pembangunan kereta cepat akan mengurus izin pembebasan lahan.
Bintang menambahkan, untuk pengoperasiannya dimulai kuartal pertama 2019.

“Semua sudah final. Konstruksi tinggal diurus izinnya setelah pertemuan ini,” jelas Direktur Utama PT Wijaya Karya itu.

Tarif Rp200 Ribu

Tarif kereta cepat jalur Jakarta-Bandung dihargai Rp 200.000 sampai Rp 225.000 per penumpang.

Hal ini dihitung berdasarkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2019 saat kereta cepat beroperasi sebesar Rp16.000 per dollar AS.

“Kami hitung dalam seasibility study (FS) sebesar Rp200.000 sampai RP225.000 asumsi di 2019,” ujar Bintang.

Pada pelaksanaannya Tiongkok mendapat jatah saham 40 persen dan 60 persen milik pemerintah Indonesia melalui perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN.

Total investasi kereta cepat sebesar 5,5 miliar dollar AS dengan pembiayaan dari China Development Bank sebesar 75 persen dan sisanya dari ekuitas konsorsium BUMN dan PT China Railwys International Co, Ltd.

Dalam skema perusahaan patungan di PT Pilar Sinergi BUMN terdiri atas empat perusahaan BUMN. Dalam pembagiannya PT Wijaya Karya (persero) Tbk mendapat jatah ekuitas 38%, PT Jasa Marga (persero) Tbk 12%, PT KAI (persero) 25%, dan PT Perkebunan Nusantara VII 25%.(helmi)

loading...