Angkasa Pura 2

Drs.Ridwan Setiawan, ST, M.Mar.E

BPSDM Perhubungan Harus Persiapkan Calon Pelaut Di Kapal-Kapal Negara

SDMSabtu, 17 Oktober 2015
Ridwan Tommy - Copy

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia khususnya Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDM Perhubungan) Kementerian Perhubungan perlu mereview dan menyiapkan kurikulum pendidikan dan latihan (diklat) calon pelaut yang akan mengawaki dan mengoperasikan kapal-kapal negara (KN) yang kini tengah dibangun pemerintah.

“Kurikulum dan sekolah pelaut yang ada termasuk dibawah BPSDM Perhubungan sekarang, dirancang untuk menjadi pelaut kapal niaga umum. Mereka tentu didesain untuk menjadi pelaut di kapal-kapal niaga umum,” kata Kapusbang SDM Perhubungan Laut BPSDM Drs.Ridwan Setiawan, MT, M.Mar.E kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan tengah membangun ratusan kapal negara (KN) baik untuk Direktorat Navigasi maupub Direktorat KPLP.

“Jika KN tersebut sudah jadi maka harus dioperasikan oleh orang-orang atau pelaut yang profesional di bidangnya. Sosok pelaut seperti itulah yang perlu dididik dan dipersiapkan sejak sekarang,” kata Ridwan lagi.

BPSDM Perhubungn melalui beberapa sekolah pelaut seperti STIP Jakarta misalnya, sudah membuka Program Official Plus (OP Plus). “Mereka (taruna pelaut) diberikan beasiswa penuh, dan nanti akan direkrut langsung untuk menjadi pelaut di kapal-kapal pemerintah atau paling tidak menjadi calon instruktur atau bisa juga menjadi inspektur di Ditjen Perhubungan Laut RI,” jelas Ridwan.

Namun begitu, harus diakui kemampuan sekolah-sekolah pelaut negara seperti STIP Jakarta untuk mendidik dan menyiapkan pelaut di kapal-kapal negara masih kurang. Seperti diketahui, jumlah taruna OP Plus hanya sekitar 60 orang. Itupun butuh waktu 3-4 tahun baru lulus. Sementara, kapal KPLP dan kapal Navigasi yang dibangun Kementerian Perhubungan akan selesai dibangun antara tahun 2017-2018 mendatang.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, maka butuh antisipasi khusus. Paling tidak, harus mempercepat program Diklat Pelaut (DP) khususnya dari karyawan Kementerian Perhubungan yang saat ini tengah belajar di berbagai kampus pelaut di Tanah Air.

Data yang dihimpun BeritaTrans.com, saat ini ada 60 taruna beasiswa dari Kementerian Perhubungan yang telah belajar di PIP Semarang dan 30 taruna beasiswa Kementerian Perhubungan yang teah belajar di kampus BP2IP Mauk, Tangerang.

“Mereka itulah yang diproyeksikan untuk mengoperasikan kapal-kapal negara baik kapal KPLP atau kapal Navigasi yang tengah dibangun Pemerintah beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, program diklat taruna beasiswa tersebut harus dirancang khusus untuk mengoperasikan kapal negara ,” tandas Ridwan.

Satu hal yang tak boleh dilewatkan, menurut alumnus PIP Semarang itu, para taruna program beasiswa atau peserta OP Plus di Kementerian Perhubungan atau BPSDM Perhubungan harus ditambahkan materi khusus mengenai perbaikan dan peningkatan pelayanan ke masyarakat.

“Jadi, mereka nanti harus dipersiapkan menjadi pelaut profesional sekaligus mampu melayani dengan sikap dan perilaku yang baik. Kapal-kapal negara itu pada hakekatnya dibangun untuk melayani masyarakat. Jadi, ABK yang ada juga harus berjiwa melayani,” tegas Ridwan.(helmi)

loading...