Angkasa Pura 2

Tommy: BLU Bisa Memanfaatkan 40% Penerimaan Untuk Kesejahteraan Karyawan

SDMMinggu, 18 Oktober 2015
Tommy3_edit_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sekolah-sekolah di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDM Perhubungan) ditargetkan menjadi badan layanan umum (BLU) pada akhir tahun 2015 ini dari target awal 1 Oktober 2015. Selanjutnya, mereka bisa mengelola keuangan dan program pendidikan secara mandiri.

“Dengan menjadi BLU, banyak manfaatkan yang bisa dinikmati pihak sekolah. Mereka bisa makin inovatif untuk mencari sumber-sumber penerimaan baru, sampai 40% penerimaan untuk kesejahteraan pegawai dan karyawan,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

“Dengan perubahan status menjadi BLU tersebut, sekolah tersebut bisa mengelola keuangan secara mandiri, sekaligus bisa menyewa atau mendatangkan tenaga pengajar sesuai kebutuhan dan membayarnya secara professional,” jelas Tommy.

Jika lembaga pendidikan belum menjadi BLU, maka pemanfaatan dana termasuk untuk kepentingan pendidikan butuh proses panjang dan lama. “Setelah masuk ke kas negara, dibahas dan diajukan Kemenhub ke DPR untuk mendapatkan peretujuan Badan Anggara, baru menerima alokasi masing-masing kampus. Jadi, prosesnya panjang dan berliku,” jelas Tommy, sapaan akrab dia.

Sebaliknya, setelah menjadi BLU maka bisa mengelola keuangan secara mandiri. Tapi, tentunya harus dikelola secara professional dan memenuhi kaidah-kaidah good corporate governance (GCG).

“Pihak kampus bisa mencari sumber pendanaan baru, termasuk dari wali atau orang tua taruna dan sumber-sumber lain yang legal. Selanjutnya dikembalikan untuk kepentingan peningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan karyawannya,” kilah Tommy.

Target PNBP Naik

Setelah menjadi BLU, maka lembaga-lembaga pendidikan di BPSDM Perhubungan harus berpacu dengan prestasi. Selain itu, setipa lembaga pendidikan bisa berkreasi dan berinovasi untuk menggaet penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara maksimal.

Sebagai contoh, papar Tommy, saat saya masuk ke Badan Diklat atau BPSDM Perhubungan sekarang, pendapatan PNBP STIP Jakarta baru sekitar Rp180 miliar. Kini, sampai pertengahan tahun 2015, penerimaan PNBP dari STIP sudah mencapai Rp850 miliar.

Kasus serupa juga terjadi di BP2IP Tangerang. Tahun 2013 lalu, PNBP dari sekolah pelaut ini hanya sekitar Rp860 juta. Tahun tahun 2014 naik menjadi Rp3,5 miliar. Kini sampai pertengahan tahun 2015, sekolah pelaut yang dipimpin Cat. Hyronimus A.Taneh, M.M.Trans, M.Mar itu sudah mencapai kisaran Rp22 miliar.

“Sampai akhir tahun 2015, BP2IP, Mauk, Kabupaten Tangerang optimis mampu menyumbang PNBP sampai Rp25 miliar. Kita mengambil startegi, semua program diklat utama diselenggarakan di awal tahun sehingga banyak memberikan kontribusi ke PNBP. Menjelang akhir tahun baru melaksanakan program diklat penugasan dari Negara,” tandas Hyronimus.(helmi)