Angkasa Pura 2

Pakar: Transportasi Umum Baru Sekadar Janji Kampanye

KoridorRabu, 21 Oktober 2015

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Transportasi publik program Pemerintah sarat konflik dan minim return of fee. Akibatnya tak diminati pengambil kebijakan.

Demikian disampaikan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Menurutnya, ongkos pilkada dan pileg yang mahal, lebih memilih program fisik, sepertu memangun jalan tol, bandara, jalan layang, underpass, jalan lingkar.

“Mereka terbukti lebih menjanjikan. Meski hanya sedikit bisa kebagian return fee,” jelas Djoko.

“Return fee (Marak) dan dibutuhkan saat pilkada dan pileg. Paling tidajk untuk sekedar pasang alat peraga kampanye atau kebutuhan politik lainnya,” tukas Djoko.

Sementara, papar dia, proyek angkutan umum baik pusat atau daerah lebih banyak ditinggalkan dan dilupakan jika sudah terpilih.

Menurut Ketua MTI Jawa Tengah ini, hanya pemimpin cerdas dan peduli yang mampu mewujudkan transportasi humanis.

“Mereka bukan sekedar janji tapi perlu bukti, dan langsung dinikmati rakyat kecil,” tegas Djoko.(helmi)