Angkasa Pura 2

Taruna Elektrik Poltekpel Surabaya Segera Praktik Di Kapal Pelni

SDMJumat, 23 Oktober 2015
Marihott di stip

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebanyak 27 taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (Poltekpel) Surabaya siap naik praktek di kapal-kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Mereka adalah taruna jurusan Elektrik angkatan pertama di Poltekpel Surabaya.

Direktur Poltekpel Surabaya Capt. Marihot Simanjuntak, MM mengatakan, permintaan perwira jurusan elektrik dari Poltekpel Surabaya cukup besar. Poltekpel Surabaya adalah satu-satunya sekolah pelaut di Indonesia yang membuka jurusan elektrik.

“Selain Pelni, masih ada beberapa perusahaan pelayaran lain yang meminta taruna Poltekpel Surabaya jurusan elektrik. PT Pelni justru resmi meminta alumni Poltekpel Surabaya jurusan elektrik melalui Menteri Perhubungan Ignasius Jonan,” kata Marihot menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (23/10/2015).

Para taruna Poltekpel akan menjalani program praktek laut (prala). Dalam praktek ini, setiap kadet termasuk Poltekpel Surabaya harus menjalani selama setahun. “Mereka akan praktek sesuai jurusan masing-masing, baik jurusan nautika, teknika atau elektrik seperti dari Poltekpel Surabaya ini.

Para taruna Poltekpel Surabaya yang akan praktek di Pelni, menurut Marihot akan dibagi menjadi dua sesi. Untuk enam bulan pertama, taruna akan praktek di atas kapal. Sedang enam bulan kedua akan bekerja di galangan kapal Pelni.

“Pokonya yang mencarikan tempat praktek di galangan kapal pihak Pelni, bisa milik sendiri atau perusahaan lain mitra Pelni. Yang pasti, hubungan kerja anara Poltekpel dengan Pelni sudah terjalin dengan baik, sekaligus mewujudkan link and match yang sesungguhnya.,” jelas Marihot.

Mantan Kepala Jurusan Nautika STIP Jakarta itu menambahkan, kebutuhan perwira kapal jurusan elektik saat ini cukup tinggi. “Poltekpel Surabaya juga komit untuk terus meningkatkan kualitas diklat untuk taruna, guna menghasilkan lulusan dengan kualitas prima,” tukas Marihot.

Seluruh kapal yang ada terlebih mereka yang sudah menggunakan teknologi terbaru. Mereka, menurut Marihot, pasti butuh perwira jurusan elektrik. Sementara, pemeintah Indonesia sendiri akan membangun kapal lebih dari 200 unit sampai 2019 mendatang.

“Selain harus menyiapkan perwira kapal jurusan elektrik untuk kapal-kapal niaga umum, Poltekpel Surabaya tentu juga mempersiapkan calon-calon perwira di kapal-kapal negara tersebut. Masalahnya sekarang, siapa yang ambil dulu ada ketentuannya. Dan, tentu harus pesan jauh sebelumnya,” tandas putra Batak itu lagi.(helmi)