Angkasa Pura 2

Semester I Tahun 2015

Untung Bersih Rp920 Miliar, PT Angkasa Pura II Masuk 20 BUMN Tertinggi Laba

Another NewsSelasa, 27 Oktober 2015
???????????????????????????????

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kinerja keuangan mengkilat diperlihatkan PT Angkasa Pura II (Persero). Perusahaan negara ini masuk 20 besar BUMN dengan laba bersih tertinggi.

Kinerja keuangan itu diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat konferensi pers tentang laporan kinerja BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10). Rini didmpingi akar Manajemen Rhenald Kasali. Ada 119 perusahaan BUMN mencatatkan laba bersih Rp 64,2 triliun sepanjang semester-I 2015 atau 49 persen dari target Rp 130,9 triliun.

Rini menyebutkan laba bersih PT Angkasa Pura II sepanjang semester-I 2015 Rp920 miliar. Sedangkan PT Angkasa Pura I (Persero) laba bersih Rp 620 miliar dan Perum LPPNPI (AirNav) mendapat laba bersih Rp 440 miliar.

Data BeritaTrans.com dan Tabloid BeritaTrans memperlihatkan kinerja keuangan PT Angkasa Pura II itu terbilang dahsyat karena mampu menyalip ‘saudaranya’ yang juga bergerak dalam bisnis kebandaraudaraan. Tahun – tahun sebelumnya, PT Angkasa Pura I selalu bertengger di atas PT Angkasa Pura II dalam peraihan laba.

Kinerja keuangan PT Angkasa Pura itu meningkat tajam bila dibandingkan semester I tahun 2014, dengan pendapatan Rp2,32 triliun dan laba sebelum pajak Rp719, 3 miliar. Laba tersebut disumbang oleh tujuh bandara.

Laba semeseter I tahun 2014 antara lain disumbang Bandara Soekarno – Hatta, Kualanamu, Husein Sastranegara dan Halim Perdanakusuma itu naik 17 persen dari rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2014.

CADANGAN PERSEROAN
Sepanjang tahun 2014, PT Angkasa Pura II membukukan laba bersih Rp 1,098 triliun, sedangkan tahun 2013 Rp 1,032 triliun. Sebesar 20 persen dari laba bersih 2014 atau Rp 219,61 miliar diputuskan untuk dividen. Sementara itu 80 persen digunakan untuk cadangan perseroan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan laba bersih mengalami kenaikan, sejalan dengan peningkatan pendapatan sebesar 16 persen atau dari Rp 4,183 triliun pada 2013 menjadi Rp 4,871 triliun pada 2014. “Pencapaian ini positif karena tahun lalu laba bersih mengalami penurunan setelah bisnis pemandu lalu lintas penerbangan dihilangkan,” kata dia.

Pada tahun ini perseroan akan melakukan pengembangan di sejumlah bandara yang dikelola sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja di masa mendatang. Salah satu program utama, dari Grand Design Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah pembangunan Terminal 3 Ultimate yang saat ini berlangsung lancar sesuai target waktu.

Pembangunan Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi fokus utama menyusul target pengoperasian terminal berkapasitas 25 juta penumpang itu pada kuartal II/2016. Hingga bulan ini progress pembangunan T3 Ultimate telah mencapai 76,21 persen atau lebih cepat dari perkiraan awal.

Pembangunan stasiun kereta bandara, yang juga merupakan bagian dari pengembangan Grand Design, saat ini masih berlangsung dengan terlebih dahulu melalui tahap relokasi pipa air bersih dan air kotor serta kabel kelistrikan Terminal 1, Terminal 2, dan PLN, yang seluruhnya berada di bawah tanah lokasi proyek.

“Kami melakukan sejumlah penyesuaian di proyek pembangunan stasiun kereta bandara karena perlu adanya perhatian khusus terhadap jaringan utilitas di bawah tanah agar operasional bandara secara keseluruhan tetap berjalan lancar,” tambah Budi Karya Sumadi.

Proyek lain yang tengah dalam tahap perencanaan adalah people mover system yang menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. People mover system yang akan digunakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjenis automated guideway transit dengan total panjang lintasan 3,7 km.

LABA 2015
Sedangkan target tahun 2015, BeritaTrans.com dan Tabloid Berita Trans mencatat PT Angkasa Pura II dipatok Rp1,5 triliun atau naik sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2014. (awe).