Angkasa Pura 2

Desain Terminal Bus Baranangsiang Diselaraskan Dengan Stasiun LRT

Emplasemen KoridorKamis, 29 Oktober 2015
tmp_18654-terminal-baranangsiang-529344790

BOGOR (BeritaTrans.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menyelaraskan rencana pembangunan kembali (revitalisasi) Terminal Baranangsiang yang sudah didesain tiga tahun lalu oleh PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI), selaku pengembang sekaligus pihak yang memiliki izin mengelola terminal bus terpadu itu dengan kebijakan pemerintah pusat terkait LRT.

“Karena pembangunan revitalisasi terminal belum terlaksana sementara ada program LRT dari pemerintah pusat, maka kedua proyek harus diselaraskan,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Rabu (2810).

Bima menjelaskan segera berkoordinasi dengan PT Adhi Karya (pengembang proyek LRT) dan PGI untuk menyelaraskan desain terminal dan stasiun LRT di Baranangsiang, yang merupakan ujung dari Jalan Tol Jakarta Bogor Ciawi (Jagorawi). Pembangunan jaringan LRT sampai di Kota Bogor ditargetkan selesai pada Oktober 2018. Proyek skala nasional ini sudah dimulai dengan pemancangan tiang perdana beberapa bulan lalu.

“Koridor Cibubur-Bogor merupakan satu dari enam jalur LRT yang akan dibangun,” katanya.

Koridor Cibubur-Bogor sepanjang 30-31 kilometer dengan empat stasiun yakni Cibinong, Sentul Sirkuit, Sentul City, dan Baranangsiang.

Sementara itu, Kepala Divisi Konstruksi Sipil dan Trackworks LRT Adhi Karya, Agus Karianto mengatakan, penyelarasan desain diperlukan karena di Terminal Baranangsiang dibangun stasiun dan perlu area parkir.

“Untuk rencana pembangunan depo LRT di terminal itu rasanya tidak memungkinkan,” ujarnya.

Menurut Agus, rel LRT akan dibangun melayang sampai ke Bogor dengan memanfaatkan lahan Jalan Tol Jagorawi. Selain rel, diperlukan prasarana penunjang yakni depo untuk perbaikan dan parkir kereta. “Kemungkinan, jumlah LRT yang akan beroperasi di lintas Jabodetabek mencapai 70 rangkaian,” jelasnya.

Untuk itu, menurut rencana depo besar guna perbaikan akan dibangun di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Depo besar memerlukan lahan sampai 6 hektare untuk menampung 30-40 rangkaian LRT. Depo lebih kecil akan dibangun di Cibubur, Jakarta Timur, Cimanggis, Depok atau Tanah Baru dan Kota Bogor.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT PGI Firman Dwiyanto mengaku segera menyelaraskan desain dengan kebutuhan PT Adhi Karya. Luas bangunan untuk layanan terminal ditambah dari 9.000 meter per segi ke 18.000 m2.

“Baranangsiang akan dibangun dengan rupa gedung bertingkat yang fungsi terpadu yakni terminal, pusat belanja, hotel, parkir, dan ditambah lagi fungsi baru yakni stasiun LRT,” ujarnya.

Firman menuturkan jika LRT ditarget selesai Oktober 2018, maka pembangunan fisik terminal terpadu juga harus segera dimulai pada Januari 2016.

PGI mendesak pemerintah agar dapat segera mengosongkan terminal untuk pembangunan tiang pancang dan konstruksi selanjutnya. Pengosongan seharusnya bisa ditempuh sebab terminal sementara di ujung Jalan Tajur sudah siap dioperasikan.

Pengosongan dan pembangunan kembali terminal selama ini tidak terlaksana sebab proyek ini terus mendapat penolakan. “Dengan LRT juga ke Baranangsiang, masak sih pembangunan dihambat terus,” katanya.

loading...