Angkasa Pura 2

Pemprov Jawa Tengah Perlu Percepat Pembangunan BRT Kedungsepur

KoridorSabtu, 31 Oktober 2015
rutetranssemarang

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah perlu mempercepat pembangunan angkutan umum massal bus rapit transit (BRT) terutama di wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Semarang dan Purwodadi (Kedungsepur). Kebutuhan mobilitas warga di daerah ini sangat tinggi, sekaligus menjadi urat nadi penopang pertumbuhan ekonomi rakyat Jawa Tengah.

“Setidaknya ada 4 koridor utama di Kawasan Kedungsepur yg bisa dioperasikan BRT, yakni Semarang-Bawen (37,5 km), Semarang-Weleri (30 km), Semarang-Demak (25 km) & Semarang-Gubug (30 km),” kata pakar transportasi dan Ketrua MTI Jawa Tengah Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Hasil kajian Lab. Transportasi Unika Soegijapranata, lanjutnya, permintaan perjalanan Bawen-Semarang sebesar 7.112 orang per hari, Semarang-Bawen sebanyak 6.506 orang per hari. “Total 13.619 orang per hari yang akan memanfaatkan BRT tersebut,” jelas Dkjoko lagi.

“Semarang-Weleri 5.469 orang dan Weleri-Semarang 4.694 orang, total 10.163 orang per hari,” terang Djoko.

Selanjutnya, untuk koridor Semarang-Demak 6.434 orang, Demak-Semarang 6.048 orang, total 12.481 orang. “Semarang-Gubug 3.554 orang, Gubug-Semarang 4.355 orang, total 6.910 orang per hari,” urai Djoko.

Sementara kebutuhan halte koridor Semarang-Bawen sebanyak 79 halte, dengan 4 halte transfer point. “Koridor Semarang-Weleri butuh 139 halte dengan 3 halte tranfer point.

Selanjutnya, untuk koridor Semarang, menurut Djoko, perlu 67 halte dengan 3 halte tranfer point. Koridor Semarang-Gubug memerlukan 81 halte dgn 5 transfer point.

“Sementara kebutuhan armada bus untuk oridor Semarang-Bawen 30 unit, Semarang-Weleri 20 unit, koridor Semarang-Demak 15 unit dan koridor Semarang-Gubug 16 armada.,” tegas Djoko.(helmi)

loading...