Angkasa Pura 2

Kapal Latih Untuk Taruna

BPSDM Perhubungan Pertimbangkan Untuk Memiliki Kapal Kontainer

Dermaga SDMMinggu, 1 November 2015
Tommy kamar mesin

KENDARI (BeritaTrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan mempertimbangkan untuk membeli satu kapal container untuk kapal latih taruna. Kapal tersebut akan sangat bermafaat, khususnya bagi taruna yang sedang praktek laut (prala).

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si menyampaikan ide tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kapal MV. Lumoso Selamat, kapal kontainer buatan China di pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara pekan lalu.

Tommy berkunjung dan melakukan inspeksi ke kapal kontainer itu bersama-sama Direktur PIP Makassar Ahmad Wahid, ST, M.Mar.E dan Kepala BP2IP Barombong, H.Irwan, SH, M.Pd, M.Mar.E di kapal MV Lumoso Selamat. Kapal tersebut diawaki pelaut-pelaut Indonesia termasuk nakhoda Capt. Ahmad Rudy serta Muallim I Purwanto.

Tommy bersama rombongan diterima langsung oleh nakhoda kapal Capt. Ahmad Rudy dan diantar ke seluruh bagian kapal konatiner yang sedang sandar di pelabuhan terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Mulai anjungan, deck kapal, ruang kemudi, ruang mesin serta kamar tidur ABK termasuk kamar nakhida trak luput dari perhatian saat Tommy dan rombongan bertamu ke kapal tersebut. “Kita perlu memikirkan untuk memiliki kapal kontainer seperti ini untuk digunakan sebagai kapal latih taruna,” kata Tommy yang diamini dua anak buahnya alumni PIP Makassar itu.

Kapal kontainer tersebut, menurut Tommy bisa ditempatkan di PIP Makassar atau kampus pelaut lain di Indonesia. “Kapal itu selain untuk kapal latih taruna, juga bisa digunakan untuk melayani rute-rute perintis di dekat kampus yang bersangkutan,” terang Tommy saat dikonfirmasi BeritaTrans.com.

Sejalan dengan program pembangunan tol laut Pemerintahan Jokowi-JK, tambah Tommy, Indonesia membutuh lebih banyak kapal barang termasuk kapal container untuk melayani rute di dalam negeri. “Jika kita memiliki kapal container untuk kapal latih taruna, bisa langsung dioperasikan untuk memperkuat jaringan tol laut tersebut. Ini nilai tambah tersendiri bagi kampus pelaut khususnya BPSDM Perhubungan,” kilah Tommy.

IMG_2723

Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris

Nakhoda MV Lumoso Selamat Capt. Ahmad Rudy mengatakan, dari pengalaman berlayar dan beberapa kali membawa kadet yang tengah ikut prala, banyak pengalaman yang dialaminya. “Oleh karenanya, lebih baik jika memiliki kapal latih sendiri. Kapal tersebut di-design sejak awal untuk kapal latih. Kapal tersebut berbeda dengan kapal-kapal niaga. Untuk proses belajar kadet, sangat bagus itu,” kata Capt. Ahmda Rudy serius.

Dia juga memberikan saran dan masukan kepada BPSDM Perhubungan dan kampus-kampus pelaut di Tanah Air. “Taruna-taruna kita perlu ditingkatkan kemampuan bahasa Inggris-nya. Pengetahuan dasar taruna mengenai kapal dan dunia pelayaran perlu ditambah. Saat taruna masuk kapal ikut prala, bisa langsung mengembangkan diri sesuai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di kampus,” kata Rudy.

Haru diakui, lanjut dia, taruna masih kurang pengetahuannya mengenai kapal dan pelayaran niaga. Pertamyaan yang mereka ajukan saat berlayar ikut prala masih terlalu dasar. “Jadi, mereka masih belajar dari awal. Berbeda dengan para kadet asing seperti Korea Selatan, Jepang dan China yang ikut prala di kapal ini,” kata Rudy menambahkan.

Menurutnya, potensi dan kemampuan taruna atau kadet asal Indonesia tak kalah dibandingkan mancanegara. “Cuma mereka harus dibelaki dengan kemampuan teknis serta pengembangan wawasan sebagai calon pelaut andal masa depan. Kalau bekal awal kadet lebih baik sejaka wal, saat mereka diterjunkan ke kapal tak terlalu kesulitan,” tandas Rudy.(helmi)

loading...