Angkasa Pura 2

Underpass Samping Stasiun KA Tambun Sudah 5 Bulan Mangkrak

Emplasemen KoridorRabu, 4 November 2015
89235c7849d3b4ba345ff967b8c29f9d-700x400

BEKAS (BeritaTrans.com) – Pembangunan underpass Tambun Selatan ternyata sudah sejak lima bulan yang lalu terhenti. Proyek pembangunan yang sejatinya diperuntukan memecah kemacetan di wilayah tersebut justru menambah persoalan baru selain kemacetan.

Persoalan baru yang kini dihadapi yakni matinya roda perekonomian warga yang tinggal di dekat pembangunan proyek tersebut. Karena setelah pembangunan terhenti, belum ada kejelasan lagi kapan pembangunan akan dilanjutkan kembali.

Dari informasi yang berkembang di lapangan, terhentinya pembangunan proyek multi years itu karena kehabisan anggaran. Namun belum ada keterangan resmi dari pelaksana proyek, Pemerintah Kabupaten Bekasi, ataupun Kementerian Pekerjaan Umum.

Nana (40), warga RT01/17, Desa Mekarsari, Tambun Selatan menyesalkan pembangunan underpass di atas jalur kereta, tepatnya di samping KA Tambun itu terhenti tanpa adanya kejelasan. Karena warga berharap setelah pembangunan selesai, jalan tersebut bisa menggerakan kembali roda perekonomian yang kini mati suri.

“Sepi bangat warung saya, kapan mau selesainya pengerjaan underpass ini kalau kelamaan bisa bangkrut usaha saya,” keluhnya.

Menurut Nana, pembangunan underpass yang terhenti menyebabkan titik kemacetan semakin bertambah. Karena sejak adanya pembangunan tersebut, warga setempat banyak yang memilih jalan alternatif sehingga menyebabkan kemacetan di perkampungan.

“Supir angkot juga banyak yang ngeluh, penumpang yang turun dari Stasiun Tambun yang ingin ke Mangunjaya dan wilayah Tambun lainnya tidak melaui wilayah rel kereta tapi banyak yang muter,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Kardin justru baru memiliki inisiatif untuk bersurat ke Kementerian Pekerjaan Umum soal terhentinya pembangunan underpass. Padahal, pembangunan proyek pemerintah pusat itu sudah terbengkalai sejak lima bulan yang lalu.

“Ini kelamaan pengerjaannya, makanya kita coba akan surati Kementerian PU untuk bisa kembali melaksanakan pengerjaannya,” katanya.

Kardin mengakui kalau komisi III belum pernah mempertanyakan soal batas waktu pengerjaan underpass. Karena menurut dia, dalam pembangunan itu Kabupaten Bekasi hanya sekadar menyediakan lahan.
“Memang belum sampai kita tanya kapan selesainya dan kemarin Panitia Khusus DPRD hanya sebatas pada pembebasan lahan,” ucapnya.

Kardin khawatir jika underpass Tambun Selatan tidak segera diselesaikan, maka kemacetan di Kabupaten Bekasi akan semakin parah. Karena pembangunan proyek serupa direncanakan juga di Cibitung.

“Coba bayangkan bila dua-duanya berjalan, kemungkinan kemacetan makin parah,” katanya. (ani).

loading...