Angkasa Pura 2

Ferdinan: Tiga Dirut BUMN Sektor Energi Layak Diganti

EnergiJumat, 6 November 2015
Ferdinan2_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Pertamina harus dipimpin oleh orang yang paham seluk beluk bisnis migas, dan akan lebih tepat jika dipimpin oleh orang yang berasal dari internal, ada banyak yang mampu dengan kapasitas bagus seperti mantan direktur niaga dan pemasaran Hanung Budhya atau yang lain yang lebih tepat.

Menurut pengamatan Energi Watch Indonesia (EWI), Hanung Budya memiliki pengalaman yang cukup,telah teruji dan disiplin keilmuan yang memadai untuk memimpin pertamina dimasa Pemerintah SBY sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina,” kata Direktur EWI Ferdinan Hutahaen di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Meski diakui, lanjut dia, masih banyak putra terbaik negeri ini yang paham irusan migas dan layak memimpin BUMN seperti Pertamina. “BUMN migas harus maju, mampu menyediakan energy khususnya BBM dalam jumlah dan ukuran yang cukup. Selain itu juga mampu melebarkan sayap ke luar negeri. Jadi, bukan hanya jago kandang,” jelas Ferdinand lagi.

Artinya, lanjut dia, pilot yang memang kendati BUMN Pertamina harus mengemudikan pesawat terbang bukan kereta api, sehingga the right man must be in the right place, supaya BUMN kita lebih bisa mensejahterakan bangsa.

“Atau bahasa terangnya kemampuan dan pengalaman harus jadi pertimbangan utama untuk menjadi dirut BUMN sebesar Pertamina,” papar Ferdinan.

Yang kedua adalah Dirut PT PLN. Sofyan Basyir juga adalah contoh yang sama, SB boleh sukses disektor keuangan tapi gagal mengurus sektor energi seperti PLN. Jangan tempatkan ekonom mengurus teknologi karena pasti akan salah arah, dan sekarang PLN tidak jelas arah dan konsepnya terkait pembangunan 35 GW. SB juga layak diganti oleh Presiden Jokowi.

Yang ketiga adalah Dirut PT. PGN. Hendi Priyo Santoso, adalah sosok yang sudah gagal membawa PGN untuk bangkit, terbukti PGN merosot nilai sahamnya dan terjadi penurunan pendapatan yang sangat tajam. Hendi juga layak diganti segera.

“Mengapa hal ini sangat perlu, karena BUMN sektor energi ini adalah nyawa bangsa yang bila salah urus, yang terancam adalah bangsa dan negara. Jokowi harus memahami hal ini spy tdk salah memilih orang,” tegas Ferdinan.(helmi)

loading...