Angkasa Pura 2

Target Penerimaan PNBP UPT BPSDM Perhubungan Minimal Rp20 Miliar

SDMJumat, 6 November 2015
Wahid tommy

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Perhubungan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus mampu menghasilkan penerimaan Negara bukan pajak (PNBP). Dengan begitu, mereka bisa beroperasi dengan dana mandiri, bahkan tidak lagi memberatkan keuangan di APBN.

“Setiap UPT minimal memberikan kontribusi PNBP sebesar Rp20 miliar. Target itu harus bisa direalisasikan mulai tahun depan,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si dalam Rakorpim di Kampus BP3K Ciwidey, Bandung Rabu (5/11/2015) petang.

UPT di lingkungan BPSDM Perhubungan, lanjutnya, sudah dalam proses menjadi BLU semua. Mereka sudah dalam proses dan menjalani ujian dan klarifikasi di Direktorat PNBP Kementerian Keuangan. “Kini tinggal sembilan UPT yang masih dalam proses menjadi BLU (Badan Layanan Umum) sehingga berpotensi mencari sumber-sumber penerimaan baru sekaligus setor ke kas PNBP yang lebih besar lagi,” jelas Tommy.

Menhub Ignasius Jonan, papar dia, menargetkan BPSDM Perhubungan harus bisa setor PNBP sebesar Rp1,5 triliun tahun depan. Sementara, target penerimaan PNBP Kementerian Perhubungan seluruhnya ditargetkan sebesar Rp10 triliun.

“Jumlah itu cukup besar. Tapi, dengan kerja keras dan kerja ikhlas semua pihak, kita optimis target itu bisa terpenuhi,” sebut mantan Kepala Biro Kepegawaian Kemenhub itu.

Seperti diketahui, BPSDM Perhubungan mempunyai 30 UPT di seluruh Tanah Air. Dari jumlah tersebut, 24 UPT adalah mereka yang bergerak di sektor pendidikan. “Kebutuhan tenaga terampil dan professional ke depan makin besar, terlebih menjelang Masyarakar Ekonomi ASEAN (MEA) nanti. Ini satu peluang yang menjanjikan bagi lembaga pendidikan untuk menangguk PNBP dan setor ke kas Negara,” papar Tommy.

Kendati begitu, seperti sering disampaikan Tommy, kalau sudah menjadi BLU maka sekolah-sekolah transportasi bisa memanfaatkan 40% penerimaan PNBP untuk kesejahteraan pegawai serta untuk memajukan lembaga pendidikan itu sendiri.

“Menjadi BLU itu menuntut kerja keras dan professional. Tapi dibalik semua itu menjanjikan penghasilan dan kesejahteraan yang lebih. Mari kerja keras, demi memajukan dunia pendidikan di Tanah Air dan kesejahteraan personel kependidikan di dalamnya,” terang Tommy.

Sebelunya, Tommy memaparkan, saat masuk ke BPSDM Perhubungan tahun 2002, penerimaan PBP STIP Jakarta baru sekitar Rp260 miliar. Tahun tahun ini STIP Jakarta sudah mampu setor PNBP ke kas Negara sampai Rp800 miliar lebih.

“Kasus serupa juga terjadi untuk lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah transportasi di lingkungan BPSDM Perhubungan lainnya. Jika kita kerja serius, bukan mustahil target PNBP tersebut justru akan lebih besar yang diperoleh,” tegas Tommy.(helmi)