Angkasa Pura 2

4 Kuda Dilibatkan Dalam Navigasi Pelayaran Di Laut ‘Nyi Roro Kidul’

DermagaMinggu, 8 November 2015
Kuda mensu1

CILACAP (BeritaTrans.com) – Keselamatan pelayaran merupakan tugas utama dari Menara Suara (Mensu) Cimiring, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kapal, termasuk kapal tanker, dan perahu nelayan amat tergantung dengan bekerjanya menara suar ini.

Ada lima petugas di sarana bantu navigasi pelayaran di salah satu bukit ujung timur Pulau Nusakambangan itu. Mereka berjuang memberikan bantuan keselamatan terhadap kapal – kapal yang melintas di laut Selatan atau penduduk setempat menamakannya kawasan kerajaan Nyi Roro Kidul tersebut.

Persoalannya operasional menara suara dan petugas tersebut tentu membutuhkan dukungan logisitik, BBM, dan akomodasi lainnya. Kendaraan bermotor tidak bisa mencapai lokasi karena medannya terlalu berat. Memanggul barang bawaan juga tidak memungkinkan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akhirnya memutuskan mengoperasikan kuda sebagai kendaraan untuk mengangkut barang – barang kebutuhan menara suara dan petugasnya.

“Kebutuhan logistik itu hanya bisa diangkut dengan kuda, karena kendaraan bermotor tak bisa masuk karena sulit dan terjalnya medan menuju tempat tugas di Mensu Cimiring,” kata Kepala Kelompok (Kakel) SBNP Disnas Kelas III Cilacap, Haryono dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com dan Tabloid BeritaTrans, di Cilacap, Sabtu (7/11/2015).

Petugas Disnav Cilacap yang dipimpin Drs. Muchsanuddin, MM, itu dibantu dengan kuda kuda perkasa untuk mengangkut logistik, dari Gudang di Karang Tengah di pantai timur Nusa Kambangan, Cilacap menuju Mensu Cimiring, berjarak 4-5 km.

tmp_12198-IMG-20151108-WA0005-1288706979

“Medan yang dilalu berat dan terjal. jalannya jelek bahkan harus melalui jalan setapak tanpa batu-batu bahkan sebagian sudah berubah menjadi saluran air saat hujan tiba. Dalam kondisi tersebut, hanya kuda yang menjadi andalan penjaga Mensu Cimiring untuk membawa logistik dan perbekalan lain ke tempat tugas,” kilah Haryono.

Mensu Cimiring atau Kantor Disnav Kelas III Cilacap adalah satu-satunya kantor disnav di Indonesia yang mempunyai inventaris kuda. Hanya kuda yang bisa diandalkan untuk membawa logistik menuju Mensu Cimiring di puncak bukit di ujung timur Nusa Kambangan itu.

Seluruh kebutuhan penjaga Mensu Cimiring mulai, sembako, solar, kebutuhan lain bahkan bahan makanan kuda berupa bekatul dibawa dengan kuda.

“Beruntung, mereka adalah kuda-kuda yang kuat dan setia. Jika perlu, setelah muatan ditaruh di punggung mereka, terus dilepas talinya akan berjalan menyusuri belanjara Nusa Kambangan menuju Mensu Cimiring,” tambah TMS Mensu Cimiring, Slamet Riyadi, menambahkan.

“Mereka (kuda-kuda itu) akan berhenti di pelataran Mensu Cimiring sampai turunkan muatannya diturunkan. Sebaliknya, saat turun membawa peralatan kosong, mereka bisa dilepas berjalan sendiri menuju Gudang Karang Tengah. Mereka kuda terlatih dan setia menjalankan tugas sebagai armada angkut petugas Mensu Cimiring,” jelas Slamet lagi.

BAK KELUARGA
Oleh karena itu, tambah dia, antara petugas Mensu Cimiring dengan kuda-kuda beban tu sudah menyatu bak saudara. Mereka selalu setiap menyertai tugas kami, dan sebaliknya kita juga harus membantu mencarikan makanan tambahan untuk mereka. “Kasihan, kita butuh tenaga mereka. Jangan sampai kelaparan apalagi sakit dan tidak bisa membawa barang bawaan lagi,” kilah Slamet.

Jadi, tambah Slamet, kita berlima dengan kuda-kuda sangat akrab dan saling membutuhan. Jadi, ini merupakan simbiosis mutualisme atau sinergi yang uar biasa di tengah majunya iptek di Tanah Air. Penjaga Mensu Cimiring ternyata masih butuh jasa kuda-kuda beban untuk membawa logistik ke tempat tugas itu.

“Petugas Mensu Cimiring membutuhkan bantuan kuda, sebalaiknya kita harus peduli pada makanan dan kesehatan mereka pula. Oleh karena itu, saat mengambil perbekalan ke Gudang Karang Tengah, tak lupa membawa bekatul makanan kuda-kuda perkasa tersebut,” tambah Rusdiyanto, petugas Mensu Cimiring lainnya.(helmi)

loading...