Angkasa Pura 2

Ferdinan: Berikan Hadiah “Black List” Pada Mafia Migas Di Petral

Another NewsTuesday, 10 November 2015

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pada hari Pahlawan 10 November 2015, Energi Watch Indonesia (EWI) mendesak kepada Pertamina dan Kementerian ESDM agar memberikan “hadiah” kepada para pahlawan dengan memasukkan perusahaan yang terlibat pengaturan tender di Petral dan orang yang bermain dibelakangnya.

“Masukkan mereka ke dalam daftar hitam Pertamina, sehingga yang bersangkutan dan perusahannya dilarang ikut bermain dalam tender-tender minyak di ISC Pertamina dan seluruh anak usahanya,” pinta Direktur EWI Ferdinan Hutahaen di Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Menurutnya, kebijakan ini sangat penting sebagai hukuman paling cepat bisa direalisasikan oleh Pemerintah dan itu sah secara hukum yang berlaku di negara ini sesuai UU Persaingan Usaha.

“Semoga Presiden Jokowi segera perintahkan Pertamina dan Mentri ESDM untuk eksekusi hukuman tersebut untuk menimbulkan efek jera,” tandas Ferdinan.

Proyek Tiga Tahun

Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirut Pertamina Dwi Sutjipto sudah menyampaikan hasil audit forensik pada PT Petral, Ltd. Salah satu point temuan penting dalam audit investigasi tersebut ditemukan adanya pihak luar yang mengatur dan mengintervensi tender di Petral.

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir mendapat kontrak dari petral senilai lebih dari USD 18 Miliar. Angka yang cukup fantastis dan sangat luar biasa.

“Proyek tersebut didapat dari pengaturan tender dan intervensi, artinya hal tersebut ilegal dan menyimpang serta merupakan kejahatan bisnis,” kata Ferdinan.

Dikatakan Ferdinan, Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan akan menindak lanjuti pelanggaran tersebut secara hukum. “Ppernyataan ini terlalu bias karena lokasi pelanggaran hukum ada di wilayah hukum Singapura,” jelas Ferdinan.

Pertanyaannya sekarang, menurut Ferdinan, Pemerintah akan pakai hukum yang mana untuk menindaklanjuti pelanggaran tersebut?

“Hukum Indonesia tentu tidak bisa menjangkau hingga Singapura, makanya kami minta agar Pemerintah mencermati ini dengan seksama supaya tepat mengambil kebijakan,” tegas Ferdinan.(helmi)