Angkasa Pura 2

Kantor Distrik Navigasi Teluk Bayur Bersih & Tangguh

DermagaSunday, 15 November 2015

PADANG (BeritaTrans.com) – Memasuki kantor Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur, Sumatera Barat, mata disuguhkan wajah kantor yang asri dan bersih luar dalam.

Bangunan kantor di Jalan Batu Tabuan No. 2, Bungus Teluk Kabung, Padang, memang tergolong bangunan lama. Eksterior dan interiornya bergaya arsitektur bangunan pemerintahan di era Orde Baru. Namun bangunannya terawat, tak terlihat sedikit pun sampah, semua ruangan bersih dan banyak tanaman, termasuk bougenville, di halaman.

Karena kuatnya perawatan dan semangat menjaga kebersihan, kantor itu seperti mendeklarasikan diri sebagai kantor yang patut dibanggakan.

Adalah Capt. Sukiat, M.Mar, yang sejak menjabat sebagai kepala kantor tersebut, segera saja mengubah paradigma pegawai, untuk peduli terhadap tempat kerja secara fisik dan membangun citra sebagai kantor yang bersih dalam berbagai hal, termasuk dalam aspek good and clean government.

“Kami di sini memiliki pemahaman bahwa tempat kerja adalah tempat beribadah. Karenanya harus dirawat, dijaga dan diperlihara kebersihan,” tutur Sukiat kepada BeritaTrans.com dan Tabloid BeritaTrans, Minggu (15/11/2015).

disnav teluk bayur - menhub

Pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, itu mengemukakan kebersihan mencakup fisik kantor dan fisik serta mentalitas SDM. “Saya tekankan agar bekerja dengan dengan ikhlas, cerdas dan keras. Bekerja itu ibadah. Jadi mentalitas dan moralitasnya juga mesti bersih. Ini merupakan perintah dari Bapak Menhub, Bapak Dirjen Perhubungan Laut dan Bapak Direktur Navigasi,” cetusnya.

Menggelorakan semangat clean and good government itu, dia mengutarakan ternyata mendapat dukungan dari seluruh pegawai. “Saya bersyukur kepada Allah Swt karena mendapat anugerah pegawai yang luar biasa seperti mereka,” tegasnya.

Semangat itu, dia mengemukakan dibutuhkan juga karena distrik navigasi bekerja memberikan dukungan keselamatan pelayaran. “Dedikasi, loyalitas dan kompetensi berperan vital dalam pekerjaan ini,” ujarnya.

gbr16

WILAYAH KERJA & PEGAWAI
Sukiat menyodorkan data wilayah kerja Kantor Distrik Navigasi Teluk Bayur seluas 42.297 kilometer dan dengan panjag garis pantai 1.133 nautical miles meliputi Sumatra Barat dan sebagian Bengkulu.

Kantor ini mengelola sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) 58 rambu suar, 9 menara suar, 10 pelampung suar, 2 tanda siang, dan 6 radar baicon. Selain itu, mengelola 6 staiun radio pantai dan 1 Kapal Negara (KN) Muci.

“Kami juga mengelola perbengkelan kapal, menara suar dan radio pantai, serta gudang logistik. Sarana dan prasarana itu dikelola oleh 179 orang saja. Mereka merupakan kekuatan tangguh kantor ini,” jelas Sukiat.

Dia menuturkan SBNP itu merupakan fasilitas keselamatan pelayaran untuk menyakini bagi kapal, terutama dalam menentukan posisi kapal termasuk menentukan arah kapal yang tepat, sehingga kapal dapat belayar selamat dan efisien.

“Keberadaan SBNP ini sangat penting keselamatan semua kapal tergantung pada SBNP ini. untuk itu keberadaan SBNP itu lebih krusial setiap pelabuhan, Selain untuk keselamatan SBNP juga menjadi indikator untuk membuat pelayanan lebih effisien waktu dan materil,” ucap Sukiat.

disnav teluk bayur

Disiplin dan etos gede kerja memang berperan besar dalam mengelola berbagai sarana dan prasarana itu. “Kami mengerjakan sendiri perawatan kapal, sarana bantu keselamatan, bengkel, gudang hingga kantor dan rumah dinas,” ujarnya.

disnav teluk bayur - radio pantai

disnav teluk bayur - memasang lampung suar

“Disiplin dan etos kerja itu dibangun antara lain melalui pelatihan baris -baris oleh tim Marinir TNI AL. Semakin kuat saja kompetensi pegawai kami,” tutur Capt. Sukiat, M.Mar.

Karena berbagai kompetensi, disiplin dan etos kerja tangguh SDM itu, dia menuturkan berbagai persoalan dihadapi dengan cerdas, diformulasikan solusinya dan tetap mengedepankan efisiensi. (agus w/email: beritatrans@gmail.com).