Angkasa Pura 2

BPN Belum Ukur Lahan Bandara Kulon Progo

BandaraRabu, 18 November 2015
yogya new airport

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY belum mengukur tanah untuk Bandara Kulon Progo. Hal ini disebabkan belum turunnya hasil revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 13/PMK.02/2013 untuk biaya pengukuran tanah di lokasi bandara baru di Kulonprogo.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, hal itu kemungkinan karena masih menunggu hasil revisi di Kementerian Keuangan.

“Ya mungkin, aku ra ngerti (tidak mengerti,red). Masalahnya kan masih nunggu hasil keputusan Kementrian Keuangan terkait PMK,’’ kata dia ketika ditanya tentang belum terlaksananya sosialisasi dan pengukuran lahan bandara.

Dia mengatakan meski yang paling mudah dan memungkinkan untuk pengukuran lahan milik pemerintah daerah, namun karena belum ada turunnya hasil revisi dari Kemenkeu, belum berani bertindak. Revisi PMK nomor 13/PMK.02/2013 diajukan karena mengatur besaran maksimal biaya pengukuran lahan untuk kepentingan umum yang bersumber dari APBN sebesar Rp1,6 miliar.

Sementara itu anggaran yang diajukan oleh Kanwil BPN DIY mencapai Rp 9 miliar. Pemda DIY maupun BPN DIY menilai anggaran Rp 1,6 miliar tidak cukup untuk pengukuran lahan bandara baru di Temon Kulonprogo yang mencapai sekitar 640 hektare.

Menurut dia, meski sudah ada pihak yang mau menyediakan anggaran pengukuran, pihaknya memilih menunggu hasil revisi. HB X mengaku khawatir jika nantinya malah menjadi temuan penyimpangan anggaran.

“Nanti malah jadi temuan, wis nomboki (jadi talangi,red) dulu kalau Kemenkeu tidak mengeluarkan,” kata dia.

Untuk mempercepat proses di Kemenkeu, Raja Keraton Yogyakakarta ini mengaku juga sudah melakukan koordinasi dengan Deputi Wakil Presiden. Tetapi dia menyerahkan prosesnya di Jakarta.

“Itu levelnya sudah atas,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kanwil BPN DIY Arie Yuwirin mengaku saat ini masih melakukan proses koordinasi dengan Pemprov DIY, Pemkab Kulonprogo, PT Angkasa Pura, Kepolisian serta pihak-pihak terkait lainnya.

“Kami baru persiapan, nanti kami beritahu,” ujarnya dalam pesan singkat.

Kendati hal ini membuat proses pembangunan bandara jadi mundur, namun Hamengkubuwono X masih optimistis mulai depan proses pembangunan siap dilakukan. Meskipun demikian dia tetap berharap segera ada kepastian.

“Kalau mundur-mundur terus kan kepentingan lain masuk,” kata dia. (rol).