Angkasa Pura 2

Siapa Dibalik Sudirman Said, Jangan Kaburkan Substansi Masalah

Another News KPKSabtu, 21 November 2015
Ferdinand Hutahaen

JAKARTA (BeritaTrans.com) -Polemik skandal permintaan saham kepada Freeport Indonesia yang dilakukan oleh Setya Novanto belum jernih dan selesai, kini bertambah isu dan polemik tentang siapa dibalik Sudirman Said hingga berani melaporkan SN ke MKD DPR RI.

Isu tentang siapa dibalik SN menjadi polemik baru setelah Menkopolhukan Luhut Panjaitan menyampaikan hal tersebut kepada publik tapi tidak berani menyebut siapa secara gamblang orang yang dia maksud. Beginikah sikap seorang Menkopolhukam?

Energi Watch Indonesia (EWI) mengkritisi sikap Menkopolhukam Luhut Panjaitan dan Wapres Jusuf Kalla yang berbeda pendapat tentang posisi SS. Luhut menyatakan bahwa laporan SS ke MKD tidak mendapat restu presiden, berbeda dengan Wapres yang menyatakan SS dudah lapor Presiden Jokowi.

“Perbedaan pernyataan tersebut justru menunjukkan indikasi bahwa semua ini justru perseteruan antara Wapres dan Menkopolhukam,” kata Direktur EWI Ferdinan Hutahaen di Jakarta, Jumat (20/11/2015) malam.

Dikatakan, Kami mendesak presiden agar angkat bicara dan menuntaskan madalah ini secara teansparan dan sesuai kaidah hukum yang berlaku.

“Presiden Jokowi jangan mengambil sikap acuh karena akan menimbulkan persepsi liar ditengah publik,” pinta Ferdinan.

Disayangkan Masyarakat

Sangat kita sayangkan jika Pak Luhut menciptakan isu baru dan menjadi kegaduhan baru padahal Luhut pernah bicara akan melibas siapa saja yang bikin gaduh.

Isu tentang siapa dibalik Sudirman Said juga menyeruak dari anggota DPR Efendi Simbolon yang secara terang terangan menuding Ari Soemarno dibelakan SS dengan target menghantam MRC yang ikut hadir dalam pertemuan antara SN dan MS dalam negosiasi ilegal kontrak Freeport. Apakah memang SS disetir oleh Ari Soemarno? Ataukah nama yang diisukan oleh Luhut dan disebut Efendi sama? Tidak ada yang tau pasti dan pernyataan tersebut terlalu spekulatif.

Namun terlepas dari itu benar atau tidak, bagi EWI saat ini jangan ada upaya pengaburan substansi masalah dari adanya upaya perampokan hak negara yang dilakukan oleh ketua DPR RI Setya Novanto bersama dengan MRC yang ikut hadir menjadi isu baru dalang dibalik SS.

EWI meminta kepada semua pihak agar tidak menimbulkan spekulasi apapun yang bisa mengaburkan substansi masalah. Ini skandal besar, jangan dialihkan substansinya menjadi isu liar yang tidak jelas.(helmi)

loading...