Angkasa Pura 2

Ferdinand: Bisnis Perkapalan dan Aspal Dikuasai Mafia

Dermaga Energi KPKMinggu, 22 November 2015
Kapal Serenity by beritatrans.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemeritah dan PT Pertamina bersama aparat penegak hukum jangan hanya fokus memberantas mafia di Petral. Masih banyak sektor lain yang dikuasai para mafioso. Misalnya, bisnis di perkapalan angkutan minyak mental atau produk BBM di lingkungan Pertamina juga dikuasai para mafia.

“Sektor ini juga menjadi sektor yang digemari mafia bukan hanya karena ongkos angkutnya. Justru yang paling diminati adalah adanya indikasi kapal-kapal angkut ini kencing di tengah laut menurunkan BBM/ crude yang diangkut oleh kapal tanker ke kapal penadah yang telah disiapkan khusus untuk itu. Inilah daya tarik besar mengapa usaha angkutan kapal menjadi sangat digemari mafia,” kata Direktur Energi Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaen di Jakarta, Minggu (22/11/2015).

Informasi yang kami dapat, lanjut Ferdinand, bisnis kapal ini dikuasai dan dikendalikan oleh mafioso. Tentu tidak akan mulus berlangsung jika tanpa ada peran orang dalam yang punya kekuatan besar mengkondisikan projek angkutan tersebut ketangan mafia. kapalnya yang dipergunakan tentu saja disuplay atau milik mafia dan pihak lain yang ada dikekuasaan.

Untuk mengatasi masalah ini, menurut Ferdinan, disarankan agar Pertamina mendirikan anak usaha khusus untuk angkutan kapal ini, lebih baik pertamina beli kapal sendiri daripada menyewa kapal yang merugikan Pertamina.

Selain itu, bisnis aspel di Tanah Air juga dikuasai oleh sebuah kelompok usaha yang berbasis di Surabaya tapi sangat berkuasa dan menguasai bisnis sektor tersebut sampai sekarang. “Informasi yang dihimpun EWI menyebutkan, mafia aspal tersebut masih merajai di sektor ini dan praktek mafia itu juga yang harus dibersihkan.

Dia menambahkan, selain hal tersebut masih banyak sektor yang harus diperbaiki di sektor migas dan mineral. “Pemerintah fokus pada hal tersebut diatas dulu supaya ada perkembangan penanganan mafia dan nama yang selalu muncul dalam skandal skandal diatas ditindak secara hukum karena hampir tidak bisa dipungkiri bahwa MRC memang mafianya,” saran Ferdinand

Ditambahkan, saat ini publik Indonesia mendorong penanganan kasus ini secara terbuka, terukur dan tepat. Presiden Jokowi disarankan untuk membentuk tim khusus ad hock untuk menangani skandal ini, mafia di sektor migas dan mineral yang memunculkan nama yang sama dan tentu masih banyak nama lain yang belum terbongkar supaya dibongkar semua.

“Presiden harus menjadikan momentum ini sebagai momentum bersih bersih mafia di segala lini terutama sektor mineral dan migas yang potensi kehilangan pendapatan negara sangat besar bahkan ribuan trilliun setiap tahunnya. Kita tunggu tindakan nyata presiden, presiden tidak boleh mendiamkan masalah ini dan menganggab skandal ini biasa saja karena ini skandal besar yang mempermalukan bangsa,” tegas Ferdinand.(helmi)

loading...