Angkasa Pura 2

Wayan Juliarta: Diklat Dibiayai DIPA ATKP Makassar dan APBNP 2015

SDMSenin, 23 November 2015
Wayan atkp

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Direktur ATKP Makassar I Wayan Juliarta, ST menyebutkan, Diklat Personel Penerbangan ini sesuai rencana akan diikuti 270 peserta dari berbagai daerah di KTI. Tapi, sampai pembukaan dilakukan baru 227 orang yang sudah datang. Diklat ini sekaigus sebagai wujud kepedulian dan kehadiraan negara di masyarakat secara nyata.

“ATKP Makassar mendapatkan tugas untuk menggear diklat personel peerbangan, terutama yang dibiayai dengan dana APBNP 2015. Selain itu, ATKP Makassar juga tetap menyelenggarakan diklat-diklat jangka pendek, terutama untuk peningkatakan personel penerbangan khususnya SDM Bandara di Tanah Air,” kata Wayan dalam laporan pendidikan pada pembukaa Diklat Personel Penerbangan di Aula ATKP Makassar, Senin (23/11/015).

Sementara diklat personel penerbangan yang dimulai hari ini, lanjut dia, dibiayai dengan DIPA ATKP Makassar dan sebagian ditanggung dana APBNP tahun 2015. “Dana APBNP tersebut merupakan hasil penghematan anggaran dan dilaikan ke sektr lain yang lebih produktif, termasuk untuk peningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM penerbangan di 10 daerah tertinggal atau mengalami kesenjangan,” jelas Putra Bali itu.

Diklat personel penerbangan ini, menurut Wayan dilakukan rata-rata 1-2 minggu, baik teori atau praktek sesuai jenis dan diklat dan kompetensi yang diharapkan. Mereka diproyeksikan mampu mengisi kebutuhan SDM di puluhan bandara di KTI seperti Papua dan Papua Barat.

Wayan atkp -pst

“Sesuai rencana Diklat Hukum Udara akan diikuti 20 orang, Diklat Junior Avsec 20 orang, Diklat Basic Avsec 99 orang, Diklat Teknik Pemadam Kebakaran 40 orang, Diklar Marshaller 60 orang dan Dikat AGGR sebanyak 40 orang,” terang Wayan yang dibenarkan oleh Pudir I Bidang Akadeik ATKP Ny, Kurniary Atmia, M.Pd itu.

Dalam pelaksanaannya, tambah Kurniaty, Diklat Personel Penerbangan dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian dilakukan di Kampus ATKP lama, sedang sebagian lainnya di Kampus ATKP Baru di Jalan Salodong, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pelaksanaan diklat dibagi menjadi dua lokasi, karena keterbatasan ruang dan waktu terutama asrama untuk para peserta. Jika semua dilakukan di Kampus ATKP Makassar yang lama, tidak mampu menampung. Akhirnya diputuskan sebagain digelar di Kampus ATKP Makassar yang baru,” tegas Wayan.(helmi)

loading...