Angkasa Pura 2

2015, Toyota Targetkan Penjualan All New Toyota Capai 4.000

Koridor OtomotifSelasa, 24 November 2015
All new toyota kijang

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Toyota Astra Motor (TAM), menargetkan penjualan All New Toyota Innova yang terdiri dari 3 kelas ini bisa terjual sebanyak 4.000 unit hingga akhir tahun 2015.

Wakil Presiden Direktur PT TAM, Henry Tanoto, mengatakan strategi yang dilakukan PT TAM untuk mencapai target tersebut adalah dengan memberikan layanan yang terbaik untuk kepuasan pelanggan.

“Strateginya dengan menambah jaringan outlet dan juga menambah layanan yang baik kepada pelanggan,” ujar Henry kepada wartawan usai kegiatan peluncuran All New Kijang Toyota di Hotel Fairmont, Jakarta Senin (23/11/2015).

Ia mengatakan, kesuksesan Innova menjadi mobil MPV paling diminati, tidak terlepas dari lima generasi sebelumnya yang sudah diperkenalkan sejak tahun 1977.

Seperti dikutip tribunnews, Henry saat peluncuran mobil ini juga mengatakan hingga saat ini, total penjualan Kijang Innova sudah mencapai 1,6 juta unit.

Bahkan, imbuh dia, pangsa pasar Kijang Innova pada Agustus 2015 lalu mencapai angka paling tinggi yakni 92,8 persen.

“Hal ini membuktikan bahwa Kijang sangat diterima di Indonesia atau yang sering didengar, Kijang tiada duanya. Untuk itu, kami mempertahankan DNA Innova yang legendaris, tetapi kami juga memberikan hal yang baru untuk konsumen,” tuturnya.

Salah satunya adalah konsep All New Kijang Innova ini terinspirasi dari bentuk living room. Sehingga, hal ini akan memberikan kenyamanan yang lebih bagi pelanggan.

Menurutnya, biasanya konsep ini hanya ada di mobil-mobil mewah. Tapi, PT TAM mencoba menghadirkannya di Innova terbaru ini.

Sementara, Direktur Marketing PT TAM, Rahmat Samulo, menambahkan, dari target penjualan 4000 unit itu, dirinya memprediksi, varian yang akan lebih diminati oleh konsumen adalah kelas G dan V.

Sedangkan untuk kelas Q, dirinya memperkirakan akan terjual 15 persen dari keseluruan target.

Hal ini, kata Rahmat, juga salah satunya dilihat dari kondisi harga nilai tukar Rupiah yang sudah membaik meski levelnya masih di atas Rp 13.000/dolar AS.

“Setting harga kita masih di bawah Rp 13.000 (per dolar AS), sehingga masih ada gap dengan kondisi ekonomi, karenanya kami menargetkannya 4.000 unit hingga akhir tahun,” tegas Rahmat.(hel/trib)

loading...