Angkasa Pura 2

Dirjen Hubud Tingkatkan Status Keamanan Bandara Menjadi Kuning

BandaraSelasa, 24 November 2015
barata_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara meningkatkan kondisi keamanan bandara dari kondisi “hijau” menjadi kondisi “kuning”. Hal tersebut dituangkan dalam Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor: INST 5 tahun 2015 tentang Peningkatan Kondisi Keamanan Penerbangan dari Kondisi Hijau Menjadi Kondisi Kuning Pada Bandar Udara.

“Dengan peningkatan status ini, perlu dilakukan langkah-langkah peningkatan pemeriksaan keamanan penerbangan yang semakin mendetail untuk mencegah terjadinya pelanggaran atau gangguan keamanan,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik JA Barata melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid BeritaTrans di Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Barata mengatakan, ada 10 instruksi Dirjen Perhubungan Udara yang ditujukan kepada Penyelenggara bandara baik yang dikelola Kemenhub maupun BUMN, LPPNPI, Regulated Agent, Aircraft Catering, Aircraft Cleaning Service dan Aircraft Maintenance Service.

Adapun 10 instruksi tersebut adalah:

1. Meningkatkan kondisi keamanan penerbangan dari kondisi “hijau” menjadi kondisi “kuning”;

2. Kondisi “kuning” dimaksud wajib mengikuti Airport Security Programme yang berlaku pada masing-masing bandara;

3. Melaksanakan pemeriksaan keamanan terhadap kendaraan yang akan masuk ke bandara secara random;

4. Pemda diminta untuk ikut bertanggung jawab terhadap keamanan gedung VIP, jika gedung VIP tidak memiliki fasilitas keamanan penerbangan, penumpangnya wajib melalui pemeriksaan di terminal keberangkatan bandara;

5. Peningkatan kegiatan patroli keamanan secara intensif;

6. Mengupayakan kerjasama dengan TNI dan/atau POLRI dalam kegiatan patroli pada sisi udara namun tetap berpegang teguh prinsip-prinsip dasar keamanan penerbangan;

7. Menambahkan pemeriksaan keamanan kargo atau bagasi dengan menggunakan anjing pelacak;

8. Melakukan pertemuan dengan komite keamanan bandara;

9. Inspektur keamanan di Otoritas Bandara dalam tugasnya ke Bandara didampingi petugas intelijen;

10. Apabila adanya kelalaian yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan, penyelenggara yang terkait dengan pemeriksaan keamanan penerbangan akan diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (aliy)

  • Ahmad Sarmadi

    Semoga sukses dan jaya di udara