Angkasa Pura 2

Catatan Emas Selamatkan Nyawa Ratusan Penumpang Kapal Wihan

DermagaWednesday, 25 November 2015

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Operasi SAR terhadap penumpang kapal KM Wihan Sejahtera, yang tenggelam di perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya, terbilang menuai sukses besar. Sukses ini menjadi catatan emas sejarah di balik musibah.

Berikut kisah heroik menyelamatkan nyawa anak manusia yang menjadi korban kapal nahas, yang tenggelam sekitar 100 meter dari Terminal Teluk Lamong. Riwayat itu dituturkan Kepala Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Perak, Capt. Rudiana Muchlis, MM, kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Selasa (24/11/2015).

“Begitu kami dapat info kapal Wihan mengalami musibah, maka segera diperintahkan untuk segera menggelar operasi SAR. Kami juga saat itu berkoordinasi melalui komunikasi telepon dengan instansi terkait di pelabuhan ini. Secara bersamaan kami juga melapor kepada Bapak Menteri Perhubungan dan Bapak Dirjen Perhubungan Laut,” ujarnya.

Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut, Rudiana mengungkapkan memerintahkan agar seluruh daya dan upaya dikerahkan dalam operasi SAR untuk menyelamatkan seluruh penumpang dan ABK. Diperintahkan pula penanganan korban harus semaksimal mungkin, dari evakuasi hingga korban sampai ke keluarga masing-masing.

20151125_054912

Operasi melibatkan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan di Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk Kantor Kesyahbandaran, KPLP, Otoritas Pelabuhan dan Distrik Navigasi.

Selain itu, melibatkan secara aktif jajaran kepolisian, termasuk Polres Kp3 dan Polairud, jajaran Pangkalan TNI AL, PT Pelabuhan Indonesia III, Balai Kesehatan Pelabuhan, dan pemilik kapal Wihan, PT Trimitra Samudra.

“Seluruh kapal yang dapat digunakan untuk operasi SAR langsung dikerahkan. Begitu juga anbulan dari Balai Kesehatan disiagakan untuk mengangkut para korban,” ungkap Rudiana Muchlis.

Operasi SAR ini walaupun bernuansa menegangkan, tetapi juga amat mengharukan. “Terutama menyelamatkan puluhan ibu dan anak dari kapal yang kondisinya miring itu. Mereka menangis ketakutan. Karenanya, kami harus menurunkan mereka dari kapal dengan sangat hati – hati,” ungkapnya.

Mereka terus diingatkan oleh tim SAR untuk tetap tenang dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Satu – satu diturunkan dari kapal Wihan dan dinaikkan ke kapal SAR. Demikian halnya dengan penumpang yang sudah terjun dari kapal, segera dipindahkan ke kapal SAR.

Penumpang dan kru yang diselematkan dikumpulkan terlebih dahulu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak. Bagi yang shock atau pingsan, secepatnya dibawa ke Rumah Sakit THC.

Dalam tempo singkat, 212 penumpang dan ABK dapat diselamatkan. Tanpa ada yang hilang nyawa. Mereka dapat kembali ke rumah masing – masing untuk berkumpul lagi dengan sanak saudara. “Jumlah penumpang tersebut ternyata berbeda dengan data di manifes kapal, yang menyebutkan hanya 153 penumpang dan kru kapal,” ujar Rudiana.

Dia menuturkan banyak faktor yang mempercepat evakuasi, yakni lokasi tak jauh, dan air laut tidak sedang pasang. “Selain itu, seluruh penumpang sudah mengenakan life jacket atau jaket keselamatan,” tutur mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta, itu.

DIINAPKAN DI HOTEL
Setelah seluruh penumpang dievakuasi, Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Perak menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan instansi terkait dan pemilik kapal.

Dalam rapat diputuskan untuk penumpang tujuan NTT segera diinapkan di hotel. Jumlahnya mencapau 125 orang. “Hanya sekitar dua jam mereka dapat ditampung di hotel – hotel di sekitar pelabuhan,” ujarnya.

Selama dua hari, Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak mengemukakan mereka menginap di hotel tanpa harus membayar, termasuk untuk makan dan minum.

DIRAWAT DI RS
Penanganan terhadap korban luka, dia menuturkan melalui pengiriman langsung ke rumah sakit, sekaligus memberrikan jaminan terhadap seluruh proses pengobatan dan perawatan.

“Ada 40 penumpang yang dilarikan ke rumah sakit Empat orang di antaranya harus dirawat tiga hari karena luka. Sisanya langsung pula setelah mendapatkan pengobatan,” ucap Rudiana.

NAIK PESAWAT
Bagi warga yang tinggal di kawasan Surabaya, dia mengutarakan mendapat uang seebesar Rp150.000 untuk pulang. Sedangkan bagi yang hendak pulang ke NTT, dipulangkan menggunakan pesawat terbang.

“Jadi bisa dikatakan berkah di balik musibah. Sebanyak 125 orang yang tadinya hendak pulang kampung naik kapal dengan waktu lama cukup lama, maka bisa naik pesawat, yang tentu waktu tempuhnya jauh lebih cepat,” ujarnya.

GANTI RUGI
Sedangkan mengenai barang – barang yang diangkut kapal tersebut, termasuk truk dan kendaraan pribadi, masih dalam proses pembayaran ganti rugi melalui asuransi.

“Ganti rugi itu diurus oleh pemilik kapal. Demikian juga penanganan penumpang pasca evakuasi ke terminal penumpang yakni penginapan di hotel, biaya rumah sakit, hingga kepulangan dan klaim lainnya ditanggung oleh pemilik kapal. Dalam hal penanganan ini kita memang mesti apresiasi pemilik kapal yang begitu besar tanggung jawabnya,” tegasnya.

Apresiasi setinggi – tingginya, Syahbandar Rudiana Muchlis menyatakan wajib juga disampaikan kepada seluruh pihak yang bekerja keras, cerads dan ikhlas dalam menangani korban musibah KM Wihan. “Ya semua pihak, termasuk Polres KP3, Polairud, Pangkalan TNI AL, Pelindo III dan sebagainya,” ujarrnya. (awe).